Korban Penggusuran TWA Citepus Bertahan di Tenda

Kamis, 6 Februari 2025 - 08:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Malam ini, 87 jiwa dari 29 kepala keluarga (KK) di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, harus bertahan di tenda darurat setelah rumah dan tempat usaha mereka digusur tanpa solusi yang jelas.

Tenda tersebut tanpa alas dan hanya beralaskan pasir kering. Di tengah kondisi serba sulit, balita dan lansia pun harus bertahan di tengah udara dingin dan berdebu.

“Kami tadinya tidak bisa pasang tenda, tapi akhirnya memaksakan diri. Sekarang sudah berdiri, tapi alasnya hanya pasir kering yang berdebu tidak diberi karpet atau alas. Ada balita dan lansia di sini,” ujar Heriyanto (45), salah satu warga terdampak, Rabu (5/2/2025).

Warga Citepus awalnya dijanjikan relokasi tempat usaha sebelum penggusuran. Namun, realitasnya mereka diperlakukan sama dengan warga yang memilih uang ganti rugi, meskipun membutuhkan tempat usaha dan rumah untuk bertahan hidup.

 

“Dulu dijanjikan relokasi usaha dulu baru lahan dieksekusi. Tapi faktanya, kita dipukul rata dengan warga yang memilih uang ganti rugi,” keluh Heriyanto.

 

Bahkan, warga mengaku memiliki legalitas yang diakui pemerintah, dengan keberadaan RT, RW, dan TPS setiap pemilu. Namun, janji untuk menunggu tempat relokasi siap huni tidak ditepati, sementara lahan yang digusur akan terbengkalai selama satu tahun.

 

“Sekarang lahan ini malah akan terbengkalai selama setahun, sementara relokasi baru akan dibangun di seberang lahan warga, sekitar satu hektare,” ujarnya.

 

Tak hanya kehilangan tempat tinggal, warga juga menghadapi kesulitan mendapatkan tenda, bahkan harus memasangnya sendiri. Hanya satu tenda tersedia untuk 87 jiwa, tanpa listrik, kamar mandi, atau fasilitas memasak.

 

“Saya request tenda dari jam 12 siang, baru sampai jam 5 sore. Mungkin tenda ini dari Jakarta, karena di Kabupaten Sukabumi sepertinya tidak punya tenda pengungsian,” kata Heriyanto.

 

“Tidak ada listrik, tidak ada kamar mandi, bingung untuk makan juga dari mana,” tambahnya.

 

Warga pun diberikan lahan relokasi mendadak di Batu Kenit, perbatasan Desa Cikakak dan Citepus. Namun, kondisi lahan tersebut masih berupa gunung belantara, baru rencana diratakan oleh alat berat, dengan hanya dua lahan yang tersedia dari kebutuhan banyak keluarga.

 

“Kami diberi lahan baru kemarin pukul 15.00 WIB, mendadak. Tapi kondisinya masih gunung belantara. Baru dua lahan yang tersedia,” ujarnya.

 

Warga yang terdampak penggusuran ini bukanlah pendatang baru. Beberapa di antaranya sudah menetap di Pantai Istiqomah selama lebih dari 30 tahun.

 

“Saya sendiri sudah di sini 15-17 tahun. Ada juga yang tinggal sampai 35 tahun,” tutup Heriyanto.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri

Berita Terkait

100 Becak Listrik Bantuan Prabowo Siap Mengaspal di Sukabumi, Kawasan Wisata Targetnya 
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:19 WIB

100 Becak Listrik Bantuan Prabowo Siap Mengaspal di Sukabumi, Kawasan Wisata Targetnya 

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru

HEADLINE

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:12 WIB