Pembongkaran TWA Citepus Ricuh, Warga Kompak Hadang Alat Berat

Selasa, 4 Februari 2025 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Proses pembongkaran warung-warung di Kampung Wisata Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (4/2/2025), diwarnai ketegangan antara warga dan petugas gabungan. Warga yang terdampak berusaha menghadang alat berat demi mempertahankan bangunan mereka.

Berdasarkan pantauan di lokasi, penertiban dilakukan terhadap sejumlah bangunan semi permanen di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana. Namun, beberapa pemilik warung merasa ada ketidakadilan dalam proses eksekusi tersebut.

“Saya tidak membangkang, warung saya sudah dikosongkan. Saya hanya minta waktu untuk membongkar sendiri, bukan dihancurkan dengan alat berat,” ujar Jajang, salah satu pemilik warung yang terdampak.

Jajang mengaku sudah menerima kompensasi Rp2 juta dan mendapatkan surat peringatan sebelumnya. Namun, ia mempertanyakan mengapa masih ada warung lain yang tetap berdiri, sementara warung miliknya menjadi sasaran lebih dulu.

Di sisi lain, Wakil Ketua Tim Terpadu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukabumi, Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya sudah mengikuti prosedur dengan memberikan tiga kali surat peringatan sebelum eksekusi dilakukan.

“Kami ingin kawasan ini benar-benar bersih dan membawa manfaat bagi masyarakat. Beberapa warga sudah membongkar secara mandiri, tetapi ada juga yang masih bertahan,” kata Prasetyo.

Sementara itu, Kasi Dal Ops Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Pudin Saripudin, menambahkan bahwa pembongkaran ini melibatkan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai pemegang kewenangan atas lahan tersebut.

“Kami memahami ada riak kecil dari masyarakat. Namun, kami tetap mengedukasi mereka agar tidak melakukan tindakan yang bisa dikategorikan sebagai menghalangi petugas,” ujar Pudin.

Penertiban ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Meski sempat terjadi ketegangan, petugas memastikan proses tetap berjalan sesuai prosedur dengan pendekatan persuasif.

“Letupan-letupan kecil di lapangan harus diredam dengan komunikasi yang baik. Semua pihak sudah mengetahui situasi ini, dan kami berharap bisa menemukan solusi bersama,” tutupnya.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:11 WIB

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB