JURNALSUKABUMI.COM – Proses pembongkaran warung-warung di Kampung Wisata Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (4/2/2025), diwarnai ketegangan antara warga dan petugas gabungan. Warga yang terdampak berusaha menghadang alat berat demi mempertahankan bangunan mereka.
Berdasarkan pantauan di lokasi, penertiban dilakukan terhadap sejumlah bangunan semi permanen di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana. Namun, beberapa pemilik warung merasa ada ketidakadilan dalam proses eksekusi tersebut.
“Saya tidak membangkang, warung saya sudah dikosongkan. Saya hanya minta waktu untuk membongkar sendiri, bukan dihancurkan dengan alat berat,” ujar Jajang, salah satu pemilik warung yang terdampak.
Jajang mengaku sudah menerima kompensasi Rp2 juta dan mendapatkan surat peringatan sebelumnya. Namun, ia mempertanyakan mengapa masih ada warung lain yang tetap berdiri, sementara warung miliknya menjadi sasaran lebih dulu.
Di sisi lain, Wakil Ketua Tim Terpadu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukabumi, Prasetyo, menegaskan bahwa pihaknya sudah mengikuti prosedur dengan memberikan tiga kali surat peringatan sebelum eksekusi dilakukan.
“Kami ingin kawasan ini benar-benar bersih dan membawa manfaat bagi masyarakat. Beberapa warga sudah membongkar secara mandiri, tetapi ada juga yang masih bertahan,” kata Prasetyo.
Sementara itu, Kasi Dal Ops Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Pudin Saripudin, menambahkan bahwa pembongkaran ini melibatkan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sebagai pemegang kewenangan atas lahan tersebut.
“Kami memahami ada riak kecil dari masyarakat. Namun, kami tetap mengedukasi mereka agar tidak melakukan tindakan yang bisa dikategorikan sebagai menghalangi petugas,” ujar Pudin.
Penertiban ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Meski sempat terjadi ketegangan, petugas memastikan proses tetap berjalan sesuai prosedur dengan pendekatan persuasif.
“Letupan-letupan kecil di lapangan harus diredam dengan komunikasi yang baik. Semua pihak sudah mengetahui situasi ini, dan kami berharap bisa menemukan solusi bersama,” tutupnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri












