Cemas Lahan Puluhan Tahun Bakal Dieksekusi, Warga Palabuhanratu Teriak “Tolong” Kang Dedi

Selasa, 21 Januari 2025 - 21:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kekhawatiran menyelimuti Warga yang tinggal di Jl Ahmad Yani – Jl Jajaway, Kampung Changehgar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Lahan yang telah mereka tempati selama puluhan tahun terancam dieksekusi pada Rabu, 22 Januari 2025 besok, berdasarkan Surat Eksekusi Pengosongan dari Pengadilan Negeri Cibadak nomor 124/KPN.W11-U18/HK2.4/I/2025.

Surat eksekusi tersebut mencantumkan pemohon eksekusi bernama Yudi Iskandar dan merujuk pada tanah bersertifikat hak milik (SHM) Nomor 1887.

Hasan Dinata (55), salah satu warga, menyebut sebagian besar telah tinggal di sana selama lebih dari 40 tahun, merasa keberatan karena menganggap proses hukum belum selesai sepenuhnya.

“Saya sudah tinggal di sini selama 17 tahun, ada yang bahkan 40 hingga 50 tahun. Pokoknya saya bertahan, tidak bakal saya pindah. Karena saya ada kejanggalan belum ada keadilan untuk keadilan,” ujarnya, Selasa (21/1/2025).

Sebagai upaya agar eksekusi ini tidak dilaksanakan, warga memasang spanduk dengan tulisan Kang Dedi Bantu Kami di sekitar lokasi. Mereka berharap Gubernur Jawa Barat terpilih H. Dedi Mulyadi atau KDM turun tangan membantu warga yang merasa dirugikan oleh rencana eksekusi ini.

“Saya memohon kepada H. Dedi Mulyadi, warga Palabubanratu mau dieksekusi besok. Tanah HGU ini mau di eksekusi, tolong pak Dedi Mulyadi,” pinta Hasan.

Hasan mengaku, sebelumnya pernah mengajukan gugatan di meja hijau. Di pengadilan tingkat pertama dan di Bandung menang, tapi kalah di Mahkamah Agung (MA).

“Waktu 2007 mulai persidangan sampai 2009, eksekusi di pengadilan di Cibadak pertama menang, di Bandung menang, cuman di MA saja kalah, kalah duit mungkin,” terangnya.

Warga lain, Budiman Rachmat (60), menyoroti bahwa eksekusi tidak seharusnya dilakukan sebelum persoalan hukum terkait tanah ini benar-benar selesai.

Ia menyebut bahwa belum ada Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), yang menjadi syarat bahwa perkara atas tanah ini telah dianggap selesai.

“Kalau bisa besok, eksekusi tidak boleh dijalankan. Sebab SP3 diatas tanah ini tidak bisa dikeluarkan, artinya tanah ini masih masalah,” tegas Budiman.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ahmad Fikri

Berita Terkait

Harapan Warga Mekarjaya Miliki Air Bersih Mulai Terwujud Lewat Program TMMD
Bawa 242 Atlet, Kabupaten Sukabumi Bidik 10 Besar PORPROV Jabar 2026
PWI Sukabumi Apresiasi Prestasi Kang Sule, Resmi Sandang Gelar Magister Ilmu Administrasi
Empat Warung Remang-remang di Palabuhanratu Disegel, Operasi Gabungan Sita 60 Botol Miras
Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas
Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini
Dua Guru Sukabumi Raih Prestasi di Korea Selatan, Lahirkan Inovasi Smart Hanjeli
BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 18:37 WIB

Harapan Warga Mekarjaya Miliki Air Bersih Mulai Terwujud Lewat Program TMMD

Minggu, 8 November 2026 - 13:26 WIB

Bawa 242 Atlet, Kabupaten Sukabumi Bidik 10 Besar PORPROV Jabar 2026

Sabtu, 7 November 2026 - 14:48 WIB

PWI Sukabumi Apresiasi Prestasi Kang Sule, Resmi Sandang Gelar Magister Ilmu Administrasi

Sabtu, 7 November 2026 - 11:49 WIB

Empat Warung Remang-remang di Palabuhanratu Disegel, Operasi Gabungan Sita 60 Botol Miras

Rabu, 4 November 2026 - 11:54 WIB

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas

Berita Terbaru