Dewan Pers: Teknologi AI Tak Akan Gantikan Peran Jurnalis!

Kamis, 19 Desember 2024 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kekhawatiran Geoffrey Hinton, bapak kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang menyatakan bahwa AI bisa melebihi kecerdasan manusia, kini semakin terasa.

Bahkan, beberapa pekerjaan, termasuk jurnalis, bisa saja tergantikan oleh teknologi ini. Namun, Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, menegaskan bahwa meskipun perkembangan teknologi AI pesat, peran jurnalis tetap tidak tergantikan.

“Hadirnya AI memang bisa menggantikan beberapa aspek pekerjaan, termasuk jurnalis. Namun, teknologi ini harus dimanfaatkan dengan bijak dan tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan kualitas kerja jurnalis,” ujar Ninik Rahayu dalam sambutannya pada acara Refleksi dan Urun Rembug serta peluncuran Buku Kompetensi Jurnalis Televisi, yang diselenggarakan oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Hall Dewan Pers, Jakarta, Kamis (19/12).

Ninik menjelaskan bahwa jurnalis televisi, sebagai bagian dari kontrol sosial, harus menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, demi kepentingan publik. Meskipun platform televisi masih menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat, jurnalis dituntut untuk bekerja dengan profesionalisme yang tinggi.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Dirjen Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika, Molly Prabawaty, juga menekankan bahwa AI seharusnya dipandang sebagai alat bantu bagi jurnalis, bukan pengganti. “AI dapat membantu dalam analisis data, tren, dan pola berita. Namun, penyajian informasi yang kredibel tetap membutuhkan elemen kreatif, empati, dan interpretasi manusia yang sulit ditiru oleh teknologi,” katanya.

Molly menambahkan bahwa jurnalis harus mampu membangun narasi positif yang akurat, adil, dan transparan dengan memanfaatkan teknologi AI, tetapi tetap mengutamakan independensi dan profesionalisme.

Dalam rangka memperkuat kompetensi jurnalis televisi, IJTI meluncurkan Buku Kompetensi Jurnalis Televisi. Buku ini berisi panduan dan standar yang dapat membantu jurnalis televisi dalam melaksanakan tugas jurnalistik dengan baik. Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, berharap buku ini dapat menjadi rujukan tidak hanya bagi jurnalis televisi, tetapi juga bagi mahasiswa yang berminat dalam bidang jurnalistik.

Buku setebal 164 halaman ini ditulis oleh Rachmat Hidayat, Kepala Lembaga Uji Kompetensi Jurnalis Televisi IJTI. Buku ini mencakup topik-topik penting seperti Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Perilaku Penyiaran, riset berita, wawancara dengan narasumber, hingga cara menyusun anggaran program televisi.

Dengan peluncuran buku ini, IJTI berharap dapat membantu jurnalis televisi untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, memberikan nilai, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Akses KA Menuju Sukabumi Terganggu, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan
Arnold Herman Sama, Mahasiswa Nusa Putra University Menang Debut Tinju di Leindel Combat Sport Vol 2
Hergun: Narasi Inkonstitusional Saiful Mujani Ancam Fondasi Demokrasi dan Konstitusi
Hergun Soroti Dilema WFH dan “Rapor Merah” Sengketa Lahan yang Hambat Investasi di Tangerang
GMNI Sukabumi Desak Pemerintah Bongkar Dalang Intelektual Penyiraman Air Keras Aktivis
Viral Video Pesan Wanita Iran untuk AS-Israel, Hergun: Suara Perempuan Adalah Alarm Perdamaian
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Silaturahmi Bersama Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate
Hergun Sebut Pertemuan Prabowo-Megawati di Istana Merdeka Jadi Simbol Estetika Politik 

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 08:18 WIB

Akses KA Menuju Sukabumi Terganggu, Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan

Rabu, 15 April 2026 - 10:14 WIB

Arnold Herman Sama, Mahasiswa Nusa Putra University Menang Debut Tinju di Leindel Combat Sport Vol 2

Kamis, 9 April 2026 - 07:30 WIB

Hergun: Narasi Inkonstitusional Saiful Mujani Ancam Fondasi Demokrasi dan Konstitusi

Selasa, 7 April 2026 - 17:07 WIB

Hergun Soroti Dilema WFH dan “Rapor Merah” Sengketa Lahan yang Hambat Investasi di Tangerang

Rabu, 1 April 2026 - 13:25 WIB

GMNI Sukabumi Desak Pemerintah Bongkar Dalang Intelektual Penyiraman Air Keras Aktivis

Berita Terbaru

OPINI

Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:43 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777