Ratusan Pelajar SMK di Sukabumi Demo Gegara Sekolah Minta Sumbangan 

Selasa, 22 Oktober 2024 - 17:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Suasana SMK Negeri 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mendadak riuh pada Selasa pagi (22/10/2024). Ratusan pelajar menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan Dana Sumbangan Pembangunan (DSP) yang dianggap memberatkan orang tua mereka.

Aksi ini menjadi viral di media sosial setelah sebuah video singkat menunjukkan para siswa mengenakan seragam abu-abu gelap berkumpul di lapangan sekolah usai apel pagi.

Para siswa memprotes kebijakan DSP yang diduga memungut iuran sebesar Rp3 juta rupiah selama tiga tahun untuk pembangunan ruang kelas dan masjid sekolah, yang hingga kini belum selesai. Meski belum ada kepastian mengenai besaran iuran tersebut, kabar ini sudah menyebar luas di kalangan siswa dan memicu kekhawatiran.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gunungguruh, Ai Sumarni, menanggapi aksi tersebut dengan menyatakan bahwa kegiatan ini sebenarnya adalah bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), yang fokus pada pendidikan demokrasi.

Menurut Ai, para siswa ingin memahami lebih jauh tentang pengelolaan keuangan sekolah, termasuk dana dari pemerintah dan komite sekolah.

“Ini sebenarnya latihan P5 terkait demokrasi. Mereka ingin tahu soal keuangan sekolah, yang sebenarnya bukan kewajiban kami untuk menyampaikan secara rinci kepada siswa. Tapi saya menghargai niat baik mereka dan sudah menjelaskan kepada mereka,” kata Ai Sumarni.

Setelah aksi berlangsung, Ai menyatakan bahwa situasi sudah terkendali, dan siswa-siswa telah kembali ke kegiatan belajar seperti biasa. Ai juga menekankan bahwa kekhawatiran para siswa tentang reputasi sekolah yang dapat berdampak pada kesempatan kerja mereka di masa depan telah diatasi.

“Anak-anak khawatir nama sekolah tercoreng dan berdampak pada peluang mereka mendapatkan pekerjaan. Saya memahami kekhawatiran itu dan berusaha agar masalah ini tidak menyebar lebih luas,” jelasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru