Dugaan Pencabulan Santriwati di Curugkembar, Keluarga Korban Lapor Polisi

Senin, 7 Oktober 2024 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebuah pondok pesantren di Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi sorotan setelah muncul laporan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum pengurus yayasan berinisial HD (50 tahun).

Dugaan ini mencuat ketika salah satu santriwati berani mengungkapkan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Sontak keluarga melakukan langkah hukum ke Polres Sukabumi.

Menurut pengakuan korban, pelecehan dilakukan di rumah pelaku yang berlokasi tak jauh dari pondok tempatnya belajar. Pelaku, HD, menggunakan modus spiritual dengan alasan ingin membersihkan tubuh korban dari gangguan supranatural.

“Modusnya adalah dengan dalih membersihkan badan korban dari gangguan siluman, dengan cara mengusap, memijat tubuh, dan lebih dari itu,” ungkap SN, salah satu orang tua korban.

Kanit Reskrim Polsek Curugkembar, Aipda Cecep Pendi R, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan kasus ini.

“Benar, laporan sudah kami terima dan langsung kami teruskan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mendapatkan keterangan dari enam orang terkait kasus ini, namun untuk informasi lebih lanjut, Polsek menyerahkannya kepada Unit PPA Polres Sukabumi yang sedang mendalami jumlah pasti korban.

“Sementara yang di serap oleh polsek ada 6 orang lebih jelasnya ke Unit PPA,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung, terutama karena kejadian tersebut diduga terjadi 3-4 tahun lalu.

“Laporan itu ada, kami sedang dalami karena kan kejadian 3-4 tahun lalu, jadi perlu penyelidikan lebih dalam lagi, perlu visum dulu, dan lainnya tapi yang bersangkutan sudah dilakukan interogasi juga,” ujar Ali.

Pelaku, yang merupakan pengurus yayasan dan bertugas mengobati santri yang sakit, sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Kasat Reskrim menegaskan bahwa setiap perkembangan akan disampaikan kepada ke publik.

“Yang bersangkutan pegawai juga di sana jadi pengobatan ke santri misalnya klo ada yang sakit dia yang mengobati. Intinya Kita dalami semuanya, klo apa apa kita kabari,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Maling Motor Siang Bolong, Pria Diamuk Massa di Warungkiara
Hergun Sosialisasikan Program Strategis ATR/BPN di Cisolok Sukabumi
8 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank Plat Merah Ditahan, Kerugian Capai Rp2,6 Miliar
Momentum K3 Sedunia, Polres Sukabumi Perkuat Soliditas Jelang May Day
Kasus Food Tray MBG Bergulir, Kuasa Hukum Nilai Eksepsi Terdakwa Tidak Memenuhi Unsur Pidana
Ketua Kopri PMII Minta Pemerintah Serius Tangani Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Peringatan Hari OTDA ke-30, Bupati Sukabumi Tekankan Peningkatan Layanan Publik dan Investasi
Ratusan Massa Aksi PMII Kota Sukabumi Geruduk Balai Kota, Sampaikan 11 Tuntutan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:35 WIB

Maling Motor Siang Bolong, Pria Diamuk Massa di Warungkiara

Selasa, 28 April 2026 - 21:41 WIB

8 Tersangka Korupsi Kredit Fiktif Bank Plat Merah Ditahan, Kerugian Capai Rp2,6 Miliar

Selasa, 28 April 2026 - 15:17 WIB

Momentum K3 Sedunia, Polres Sukabumi Perkuat Soliditas Jelang May Day

Selasa, 28 April 2026 - 12:58 WIB

Kasus Food Tray MBG Bergulir, Kuasa Hukum Nilai Eksepsi Terdakwa Tidak Memenuhi Unsur Pidana

Senin, 27 April 2026 - 18:50 WIB

Ketua Kopri PMII Minta Pemerintah Serius Tangani Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Berita Terbaru

HEADLINE

Maling Motor Siang Bolong, Pria Diamuk Massa di Warungkiara

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:35 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777