Firasat Ruslan Sebelum Rumahnya Ambruk Tergerus Material Longsor

Senin, 30 September 2024 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebuah tebing setinggi 5 meter longsor dan menggerus dua rumah di Perumahan Tiara Regency, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi pada Minggu (29/09/2024) malam.

Pemilik rumah, Ruslan Munandar (38) mengaku, firasat tak enak sudah dirasakan sejak siang hari. Dia lantas meninggalkan bersama keluarganya sekira dua jam sebelum kejadian. Longsor itu terjadi saat sebagian wilayah Sukabumi diguyur hujan intensitas tinggi sejak sore hari.

“Kalau firasat sih ya ada firasat pengen pergi dari siang juga pengen pergi dan Alhamdulillah firasatnya benar. Mungkin kalau nggak pergi beda cerita. Saya sekarang di rumah orang tua di Cipelang Gede,” ungkap Ruslan.

Dia menceritakan, mulanya kabar itu didapat dari tetangga sekira pukul 21.30 WIB bahwa tempat tinggalnya telah ambruk rata dengan tanah. Menurutnya, kejadian longsor ini bukan kali pertama.

“Tebing, jadi rumah itu posisinya dikelilingi tebing di pinggir belakang sama depan tebing semua karena yang ini juga kan dulu udah dua kali kena longsor rumah yang depan ini,” ujarnya.

Meskipun beberapa barang berharga tak bisa diselamatkan, karena tertimbun puing bangunan dan material longsor. Dia belum bisa menaksir nilai kerugian yang dialami.

“Saya sih yang paling penting selamatkan dokumen-dokumen karena kan di situ ada ijazah, kartu keluarga, surat nikah. Kalau barang-barang elektronik bisa beli lagi, kalau misalkan dokumen kan agak ribet lagi bikinnya,” tuturnya.

Sementara, Ketua RW Septa Raji Bagja mengatakan, dirinya telah beberapa kali meminta agar developer perumahan membuat benteng penahan tebing, agar longsor tak kembali mengancam warga.

“Histori dulu memang ini sudah keempat kalinya terjadi bencana longsor seperti ini. Pertama hanya rumah di sebelah sini, hanya dapurnya saja. Kedua ke arah belakang, itu tidak ada dampak, ketiga di sini tanahnya langsung turun amblas kemudian ini kena sebelah, sekarang ini sampai rata semua,” kata Septa.

“Untuk ke developer sudah sering, kita pernah meminta dibronjong lebih tapi hanya diberikan segini saja, keinginan warga semua, dikarenakan kita dikelilingi tebing apalagi di atasnya itu sawah-sawah,” sambung dia.

Reporter: Fira AFS I Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak
Mogok di Tol Bocimi, Vidio Keluhan Penumpang Bus MGI Palabuhanratu-Bogor Tuai Respons Warganet
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban
Kemarau Panjang, Petani Sayur di Bojonggenteng Terpaksa Pikul Air Ratusan Meter
Niat Mancing, Pria Ini Dibuat Heboh Temukan Mayat Mengambang di Sungai Munjul Ciambar
Sering Terjadi Kecelakaan, Tikungan Kebun Teh Cigaru Kembali Renggut Korban Jiwa
Gudang Sarpras RSUD Sekarwangi Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pantulan Sinar Matahari pada Pecahan Kaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:23 WIB

Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:17 WIB

Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Senin, 13 Juli 2026 - 16:09 WIB

Mogok di Tol Bocimi, Vidio Keluhan Penumpang Bus MGI Palabuhanratu-Bogor Tuai Respons Warganet

Senin, 13 Juli 2026 - 13:18 WIB

Geger Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Jati Sagaranten, Polisi Selidiki Identitas Korban

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:05 WIB

Kemarau Panjang, Petani Sayur di Bojonggenteng Terpaksa Pikul Air Ratusan Meter

Berita Terbaru