JURNALSUKABUMI.COM – Festival Sukabumi Suka Bunga kembali digelar dengan penuh semarak, menampilkan berbagai kreativitas. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penampilan Cosplay Florikultura oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi.
Dengan keseluruhan 51 peserta, DLH sukses mempersembahkan parade kostum yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang kelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, mengungkapkan bahwa penampilan cosplay ini dirancang untuk menggambarkan betapa pentingnya menjaga dan mengelola lingkungan hidup melalui cara yang kreatif dan inspiratif.
Cosplay Florikultura ini menampilkan kostum yang dibuat dari bahan bekas, namun tetap menonjolkan keindahan flora dengan sentuhan artistik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa konsep keberlanjutan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia fashion. Kostum-kostum ini mengusung konsep 3R: Reuse, Reduce, dan Recycle, yang telah menjadi tren fashion masa depan,” ujar Prasetyo.
Cosplay Florikultura yang ditampilkan DLH bukanlah sekadar parade kostum biasa. Setiap kostum yang ditampilkan dibuat dari bahan daur ulang seperti plastik, kain perca, dan barang bekas lainnya yang disulap menjadi kostum-kostum indah bertema florikultura.
Dengan memadukan elemen bunga dan tanaman, para peserta berhasil menciptakan penampilan yang tidak hanya cantik dan menawan, tetapi juga sarat akan pesan keberlanjutan.
Prasetyo menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.
“Kami ingin menyampaikan bahwa menjaga lingkungan tidak harus membosankan atau sulit. Dengan kreativitas, kita bisa mengubah barang-barang yang dianggap tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” jelasnya.
Festival Sukabumi Suka Bunga ini menjadi ajang yang tepat bagi DLH untuk mempromosikan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan. Prasetyo berharap, melalui acara ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya mengurangi limbah dan memanfaatkan barang bekas dengan cara yang inovatif.
“Konsep 3R yang kami tampilkan di parade cosplay ini bukan hanya sebatas tren, tetapi juga kebutuhan masa depan untuk menjaga bumi tetap lestari,” kata Prasetyo.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












