JURNALSUKABUMI.COM – Ratusan warga terpaksa diungsikan ke Posko Tanggap darurat bencana dengan ditambah puluhan korban luka luka bahkan ada yang meninggal dunia. Diawali dengan bunyi sirene peringatan terjadinya bencana, para warga di Desa Sukamaju Dusun Pasirkandel, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi dikumpulkan dalam satu tenda titik kumpul. Beberapa kelompok rentan menjadi perioritas evakuasi dalam kejadian itu.
Namun kejadian ini bukan sebenarnya, melainkan rangkaian skenario dalam simulasi saat tanggap darurat bencana gempa bumi dan longsor, Kamis (29/08/2024).
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program ketangguhan bencana masyarakat berbasis teknologi Internet melalui dukungan Atma Connect dan Internet Society Foundation (ISF),” ujar Ketua PMI Kabupaten Sukabumi dr. Hondo Suwito,
Hondo mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan ini pihaknya menggandeng semua pihak di antaranya BPBD, unsur forkopimcam seperti dari Kecamatan, Koramil, Polsek Nyalindung, Desa, relawan SIBAT, serta unsur lainnya dari keterwakilan di masyarakat.

Ditambahkannya, bahwa simulasi bencana perlu dan penting dilakukan di daerah-daerah rawan bencana. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bahaya bencana, khususnya menghadapi potensi yang saat ini lagi ramai terkait potensi gempa bumi megatrush.
“Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk menguji sejauh mana kesiapan semua unsur terutama dalam menguji SOP tanggap darurat bencana di level masyarakat Desa,” terang Hondo
Sementara itu, Field Director Atma Connect, Alfan Kasdar dalam kesempatan sama mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindaklanjut sebelumya, di mana sudah disusun panduan SOP tanggap darurat bencana dengan melibatkan seluruh pihak secara partisipatif.

Alfan berharap,melalui kegiatan simulasi ini adanya koordinasi semua pihak, terutama bagaimana peran, tugas pokok dan fungsi masing-masing komponen di level desa pada saat terjadi bencana, terutama bagaimana peran dan pendekatan teknologi internet ini dalam upaya mendukung proses manajemen bencana yang sangat penting dibutuhkan.
“Dalam pelaksanaannya dilakukan melalui dua skenario kegiatan yang terdiri dari latihan meja atau gladi ruangan (TTX), serta drill gladi simulasi lapangan,” kata Alfan.
Lebih jauh dikatakannya, dalam simulasi ini juga dengan didampingi oleh fasilitator dari BPBD Kabupaten Sukabumi. Harapannya nanti dari simulasi ini para pihak yang terlibat di Desa bisa saling berkoordinasi mengerti akan tupoksinya sesuai dengan SOP yang dibuat. Sehingga para petugas mampu memobilisasi dan memberdayakan kapasitas masyarakat dalam hal tanggap darurat bencana.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju, Aas Suganda menambahkan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak PMI Kabupaten Sukabumi dan Atma Connect yang telah menjadikan wilayahnya sebagai lokus atau pilot project program ini. Diakuinya wilayah desa sukamaju ini memang bisa dikategorikan dengan potensi risiko bencananya tinggi terlebih belum tersentuh atau tercover sinyal komunikasi (blank spot)
“Melalui kegiatan simulasi bencana ini, kita jadi mengetahui alur komunikasi dan koordinasi yang harus dilakukan pada saat terjadi tanggap darurat bencana, walaupun kita semua berharap tidak terjadi bencana,” tandas Aas.
Redaktur: Ujang Herlan












