Acara Samenan Diwarnai Keributan Antar Warga di Cisaat, Ini Kata Polisi!

Selasa, 2 Juli 2024 - 19:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebuah video berdurasi 1 menit 35 detik memperlihatkan keributan sejumlah warga di jalanan saat acara samen atau perpisahan sekolah dan naik kelas.

Informasi dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Suryakencana, Desa Sukasari, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi perbatasan dengan wilayah Kadudampit pada Minggu 30 Juni 2024.

Dalam video, terlihat sejumlah pemuda saling adu jotos dan dorong-dorongan hingga menimbulkan kericuhan. Tampak samen tersebut dilaksanakan dengan cara pawai keliling turun ke jalanan sambil membawa boneka raksasa berwarna merah-putih.

Bahkan, suara letusan petasan sempat terdengar hingga akhirnya keributan dibubarkan oleh warga di sekitar lokasi.

Salah satu warga setempat Nada (26) mengatakan, bentrokan tersebut diduga berawal ketika terdapat rombongan samen yang mengonsumsi minuman keras. Lalu, botol bekas minuman yang terbuat dari kaca dipecahkan hingga mengenai warga yang berada di sekitar lokasi.

“Itu yang lagi ngarak samen pada minum, botolnya dipecahin ke jalan, kena ke anak kecil nggak tahu anak Karang Taruna di kampung sini. Akhirnya berantem,” ujar Nada, Selasa (02/07/2024).

Menurut dia, samen itu diadakan oleh salah satu madrasah di Desa Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Pasca warga membubarkan kericuhan tersebut, para pemuda yang terlibat langsung dimediasi oleh aparat desa setempat.

Terpisah, Kapolsek Cisaat Resor Sukabumi Kota Yanto Sudiarto AKP Yanto Sudiarto membenarkan bahwa permasalahan tersebut telah dimediasi dengan cara bermusyawarah.

“Jadi permasalahan kemarin memang ada kesalahpahaman dari warga dan yang melaksanakan samen. Namun sudah selesai dilakukan mediasi antara kedua belah pihak,” ungkapnya.

Ditanya mengenai adanya minuman keras dalam acara samen tersebut, dia membantahnya.

“Nggak, kemarin sama kepala desa dimediasikan. Desa Nagrak (yang melaksanakan) dan warga (yang terlibat bentrok) Desa Sukasari,” jelasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru