JURNALSUKABUMI.COM – Keracunan massal yang mengakibatkan salah satu anak bernama Nasfia (9) telah meninggal dunia usai mendapatkan perawatan tim medis di RSUD Sagaranten, Senin (10/06/2024) mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami bersama Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara turut angkat bicara terkait peristiwa tersebut.
Marwan mengatakan, peristiwa keracunan massal yang terjadi di wilayah Kecamatan Sagaranten tersebut, tengah dicermati prosesnya dan dilakukan penelitian di Lab.

“Kita akan evaluasi lagi. Dulu kan biasanya keracunan itu terjadi di wilayah Kecamatan Bantargadung, Warungkiara. Nah, kok bergeser sekarang. Apakah ada kelalaian atau juga ada di sumber makanan,” kata Marwan di Gor Cisaat, Selasa (11/06/2024).
“Jadi, kejadian yang hajatan di Sagaranten, kita akan cek di sana. Apakah mereka menggunakan bahan hajatan drimana, tapi hasil lab sih nanti yg akan menyimpulkan. Sedang diteliti,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi peristiwa serupa, dia meminta kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi, agar dapat menjaga kebersihan saat hendak melakukan kegiatan hajatan. Bukan hanya itu, ia juga telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Puskesmas dan para camat, agar memperhatikan, atau mengedukasi masyarakat ketika ada kegiatan hajatan yang menyuguhkan masakan.
“Dulu di Bantargadung, keracunan itu sumbernya dari bumbu. Iya, bumbu yang sudah kadaluarsa dan akhirnya dijual ulang. Nah itulah yg jadi racun, atau bumbu yang kemakan tikus dan dijual akhirnya keracunan lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara mengatakan, pihaknya mengaku prihatin dan mengucapkan belasungkawa kepada seluruh korban keracunan tersebut. Khususnya, kepada keluarga anak yang dikabarkan meninggal dunia pasca mengalami keracunan.
“Kemarin kita cek, sampai ada yang meninggal, betul. Pertama prihatin atas meninggalnya anak, kelalaian terhadap makanan yang dirasa tidak higienis atau keracunan,” sambung Yudha.
DPRD menyebut, sudah melakukan
koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan dan Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, pun sudah diinstruksikan untuk mengkonfirmasi dan mengecek penyebab keracunan tersebut.
Sebelumnya, peristiwa keracunan massal ini, bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Sukabumi, dan sudah kesekian kalinya terjadi, tepatnya setiap kegiatan hajatan.
“Ini makanan-makanan banyak terjadi keracunan. Dan saya rasa penguatan dari Dinkes agar bisa mengecek makanan-makanan higienis, klasifikasinya seperti apa,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila menyelenggarakan kegiatan atau hajatan, agar berhati-hati dan selalu mengecek makanannya, dan harus mengkomunikasikan dengan Dinas Kesehatan, untuk mengetahui, makanan itu dari mana dan makanan apa saja yang disajikan.
“Persoalan ini, akan kita bawa ke rapat kerja DPRD Kabupaten Sukabumi, karena ini sudah kesekian kali terjadi keracunan. Saya kira perlu ada sebuah langkah dan perlu upaya agar tidak terjadi lagi di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












