JURNALSUKABUMI.COM – MW (31), seorang residivis nyaris babak belur dalam aksi pencurian motor di Kampung Pangkalan RT. 17/04, Desa Babakanjaya, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (20/5/2024) malam.
Pelaku kini terpaksa harus kembali digelandang ke Kantor Polisi setelah aksinya tersebut tertangkap kamera pengawas Closed Circuit Television (CCTV) dengan barang bukti Honda Vario berwarna merah dengan nomor polisi F 2481 UBY.
Kapolsek Parungkuda, Kompol Aah Hermawan, melalui Kanit Reskrim Aipda Budiarto, mengatakan dalam rekaman CCTV sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku yang mengenakan topi hitam terlihat masuk ke pekarangan rumah. Saat berusaha mendorong motor keluar, aksinya diketahui oleh penghuni rumah. Terkejut, pelaku menjatuhkan motor yang hendak dicuri dan mencoba melarikan diri.
“Hasil interogasi, pelaku mengaku beraksi seorang diri. Dia berinisial MW (31) merupakan residivis yang pernah terlibat kasus penipuan pada tahun 2012 dan pernah mencuri motor di Palasari sekitar satu bulan yang lalu dengan modus yang sama,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (21/05/2024).
Masih kata Budi, dalam kasus ini pelaku beraksi di warung tepi jalan yang berstatus jalan kabupaten, seberang perumahan. Dia membuka gerbang dan melihat motor di garasi dengan kunci yang berada di laci motor, sekitar 15 meter dari TKP, kemudian dia masuk.
Lanjut Budi, saat itu, karena adanya CCTV, ibu penghuni rumah bernama Neneng (43) melihat pelaku dan berteriak. Anaknya, Sony (19), yang sedang tidur, terbangun mendengar teriakan ibunya dan langsung keluar melihat pelaku.
“Sony melihat orang yang tidak dikenal mengeluarkan sepeda motor miliknya yang berada di pekarangan rumah dengan cara didorong dan menutup pagar rumah hingga mengejar pelaku yang kabur sambil menjatuhkan motor,” paparnya.
Selain Sony, warga sekitar pun turut membantu mengejar dan akhirnya berhasil menangkap pelaku. “Berdasarkan laporan warga, kami langsung mengamankan pelaku untuk mengantisipasi amukan massa, mengutamakan keselamatan jiwa karena saat itu situasi sedang ramai,” tandansya.
Redaktur: Ujang Herlan












