JURNALSUKABUMI.COM – Universitas Muhammadiyah (UMMI) Sukabumi menggelar literasi penjaminan bertajuk ‘Syiar Ramadan’, bersama PT Jamkrindo (Jaminan Kredit Indonesia), di Auditorium UMMI Sukabumi, Kamis (28/03/2024).
Dalam kegiatan itu, selain selain membahas soal literasi penjaminan, juga dilaksanakan kegiatan sosial berupa santunan anak yatim sebanyak 120 orang, kemudian diakhiri tausiah dan buka bersama.
Rektor UMMI Sukabumi Dr. Reny Sukmawani mengatakan, pihaknya juga bekerjasama dengan PT Jamkrindo untuk mendukung pembukaan beasiswa.
“Kerjasama itu awalnya karena UMMI ingin untuk penerimaan mahasiswa baru 2024 yang akan datang kita ingin menawarkan banyak beasiswa memberikan membantu masyarakat yang dengan kemampuan terbatas tapi ingin melanjutkan studi,” kata Dr. Reny.
Reny menuturkan, program itu disebut sebagai beasiswa kemitraan sebagai dedikasi UMMI kepada masyarakat agar bisa mengakses pendidikan lebih tinggi, jika terkendala biaya. Selain itu, dalam momen tersebut PT Jamkrindo memberikan hibah berupa mobil untuk serta bantuan untuk pengembangan laboratorium universitas.
“Dari awal pembicaraan beasiswa itu jadi merembet ke peluang lainnya dan alhamdulilah dapet balesan semuanya, beasiswa, laboratorium, mobil juga.Literasi beasiswa ini diakhiri bukber tausiah plus santunan semua, alhamdulilah berkah Ramadan pas silaturahim akhirnya terselenggaralah acara ini,” tuturnya.
Sebanyak 120 anak yatim menerima santunan dalam kesempatan tersebut. Rencananya beasiswa itu akan diberikan kepada 25 mahasiswa. Dia menjelaskan, kerjasama itu dilakukan agar mampu menjangkau kesempatan beasiswa yang lebih luas.
“Kalau umkm dengan beasiswa beda, umkm nanti programnya untuk pemberdayaan. Kalau beasiswa ini ada kuotanya, kita sebelumnya mengajukan untuk 25 mahasiswa. Tapi mereka tidak menghitung jumlh mahasiswanya merek hanya untuk tahap pertama sekian, nanti ajukan lagi April tahap kedua,” jelasnya.
Dalam program beasiswa kemitraan ini, UMMI banyak menggaet pihak terkait salah satunya PT Jamkrindo. Pihaknya sendiri memiliki Lazismu UMMI, dalam mengelola kebutuhan pendidikan seperti beasiswa yang berasal dari dana infak. Pihaknya berharap, dengan kegiatan ini bisa membantu masyarakat untuk mencapai pendidikan tinggi.
“Tapi kan itu terbatas jumlahnya, sementara saya melihat bahwa banyak di masyarakat yang ingin merasakn pendidikan tinggi tapi terbatas biaya. Pengennya membantu kalau bisa beasiswa dari UMMI semua, tapi tadi kan terbatas sehingga mengajak mitra untuk yuk sama-sama memberikan membantu melalui program beasiswa supaya masyarakat luas bisa mengakses itu,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












