JURNALSUKABUMI.COM – Pejabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, mengikuti entry meeting atau pertemuan masuk bersama Inspektorat Jawa Barat dalam rangka persiapan pemeriksaan laporan bantuan keuangan tahun 2023 Pemerintah Kota Sukabumi, di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi pada Jumat, (16/02/2024).
Kegiatan itu diikuti oleh para kepala (Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah) SKPD Pemkot Sukabumi. Kusmana Hartadji menyampaikan, entry meeting ini bertujuan untuk mempersiapkan pemeriksaan laporan bantuan keuangan yang diterima oleh Pemkot Sukabumi.
“Pada tahun 2023, beberapa SKPD telah menerima bantuan keuangan. Laporan keuangan menjadi salah satu indikator kemampuan daerah dalam mengelola bantuan keuangan tersebut. Saya harap setiap SKPD menyusun dan mempersiapkan dokumen dan informasi yang diminta oleh Tim Inspektorat Jawa Barat,” ujar Kusmana.
Dia menuturkan agar laporan keuangan yang disajikan oleh perangkat daerah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Laporan keuangan ini akan menjadi acuan dalam mendukung kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Sukabumi.
Menurutnya, Laporan keuangan tahun 2023 Pemkot Sukabumi mencerminkan kinerja dan capaian pembangunan yang telah dilakukan selama setahun. Selain itu, laporan keuangan juga menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk perbaikan di tahun-tahun berikutnya.
“Oleh karena itu, saya berharap dokumen-dokumen diperinci terlebih dahulu untuk mengefektifkan pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Inspektorat Jawa Barat,” jelasnya.
Sementara, Perwakilan Tim Inspektorat Jawa Barat, Ati Hoerowati, menjelaskan peran dan tugas Inspektorat Jawa Barat dalam pemeriksaan laporan keuangan tahun 2023. Tim Inspektorat akan melakukan pengawasan terhadap bantuan keuangan yang diterima oleh Pemkot Sukabumi.
“Khusus untuk bantuan keuangan, kami akan melakukan koordinasi dengan BPK terkait beberapa program. Kami bekerja sesuai dengan garapan. Saya berharap, Pemerintah Kota Sukabumi mempersiapkan setiap tahapan secara administratif dan mendokumentasikannya secara tertib,” kata Ati Hoerowati.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












