Tiga SMP Terlibat Tawuran Pelajar di Cireunghas, Sekda Tegaskan Hal Ini!

Selasa, 6 Februari 2024 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman angkat bicara terkait kasus tawuran puluhan pelajar yang melibatkan tiga sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di ruas Jalan Raya Cireunghas, tepatnya di Kampung Gandasoli, Desa Cipurut, Kecamatan Cireunghas, belum lama ini.

Bagaimana tidak, tawuran pelajar yang melibatkan para alumni sekolah SMP tersebut, telah menyebabkan salah seorang pemuda berinisial R (20) asal warga Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, mengalami luka berat pada bagian kepalanya yang diduga akibat sabetan senjata tajam, hingga kini ia masih terkapar di Rumah Sakit Hermina Sukaraja.

Ade Suryaman mengaku prihatin atas kejadian tawuran pelajar tersebut. Karena, telah berdampak buruk terhadap nama Kabupaten Sukabumi.

“Kita jelas sangat prihatin yah. Karena, Kabupaten Sukabumi ini sudah jadi kabupaten layak anak atau KLA. Tapi, masih ada terjadi hal seperti ini,” kata Ade pada Selasa (06/02/2024).

Setelah mendapatkan informasi tawuran pelajar ini, sambung Ade, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, terlebih dahulu tengah menelusuri permasalahannya untuk mengetahui faktor penyebab tawuran pelajar tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Cireunghas.

“Perkaranya kan sekarang lagi ditangani oleh pihak Kepolisian yah. Khususnya dari Polsek Cireunghas. Tapi kita juga dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi tengah memintai atau ditugaskan kepada pemerintah Kecamatan Cireunghas, untuk melakukan penelusuran,” jelasnya.

“Koordinasi terlebih dahulu permasalahannya seperti apa. Karena, masih belum jelas yah. Kita tetap saja akan cepat respon. Apalagi kejadian tawuran itu terjadi di waktu luar jam sekolah atau malam hari. Seharusnya pengawasan orang tua juga menjadi perhatian,” sambung dia.

Untuk itu, ia mengaku kini tengah melakukan koordinasi terlebih dahulu bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Untuk mengantisipasi kasus serupa, dia menyebut, bahwa sebenarnya ia dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, kerap sekali memberikan arahan kepada para kepala sekolah dan guru serta jajarannya berikut orangtua siswa, agar melakukan pengawasan kepada para siswa atau anak-anak secara intensif.

“Kalau di sekolah memang jadi beban guru. Tapi, kalau di luar sekolah itu sudah bukan jadi tanggung jawab guru. Tetapi tetap saja harus jadi pengawasan kita bersama. Iya, utamanya orangtua harus bisa melakukan pengawasan kepada anak-anaknya secara baik dan benar,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak
Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia
Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana
Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi
Gus Uha Jawab Isu Mangkrak Proyek Gedung MUI Cikembar Rp 3 Miliar, Hingga Soal Segel Kontraktor Paving Blok
Satnarkoba Polres Sukabumi Kota Tangkap 47 Orang Pengedar Sabu
Wujudkan Harapan Warga, Danrem 061/SK Letakkan Batu Pertama Jembatan Perintis Garuda di Sukabumi

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Sabtu, 18 April 2026 - 20:57 WIB

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Kamis, 16 April 2026 - 20:39 WIB

Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Warga Meninggal Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 15:04 WIB

Bupati Sukabumi dan Penasihat Presiden Resmikan Huntap untuk Korban Bencana

Senin, 13 April 2026 - 17:40 WIB

Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777