JURNALSUKABUMI.COM – Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jabar, Nuryamah, menegaskan bahwa Indeks Tingkat Kerawanan Pemilu di Jawa Barat, yang menempatkannya pada posisi ke-4 se-Indonesia. Dalam indeks ini, melibatkan empat indikator utama, yakni sosial politik, penyelenggaraan pemilu, kontestasi, dan partisipasi.
“Bicara Bawaslu, kita sudah meluncurkan Indeks Kerawanan ini dan Jawa Barat masuk ke posisi ke-4 tertinggi se-Indonesia. Namun, ada empat indikator yang kita tidak spesifikkan hanya pada TPS, melainkan mencakup sosial politik, penyelenggaraan pemilu, terkait banyak politik, trending pelanggaran terkait Pasal 270, kontestasi, dan partisipasi,” jelas Nuryamah, Jumat (02/02/2024).
Dari empat segmen tersebut, Jawa Barat menempati posisi ke-4 dalam tingkat rawan pemilu di Indonesia. Nuryamah berharap, dengan peluncuran Indeks Kerawanan, langkah-langkah pencegahan telah diambil, dan diharapkan menurunkan risiko ke tingkat yang lebih rendah di Pemilu 2024.
“Dengan peluncuran indeks kerawanan ini, kita sudah melakukan mitigasi dan identifikasi, sehingga keluar sebagai posisi ke-4 rawan di Indonesia. Harapannya, di tahun 2024, tidak lagi masuk dalam 10 besar rawan pemilu, setidaknya mengalami penurunan. Ini karena kita telah melakukan upaya pencegahan,” tambahnya.
Nuryamah menyebutkan bahwa Bawaslu RI telah memberikan arahan mengenai kegiatan pencegahan yang harus dilakukan untuk meminimalisir potensi kerawanan. Di Jawa Barat, sudah dilakukan berbagai kegiatan pencegahan sebanyak 1.112 kegiatan, seperti pendidikan, sosialisasi, kerjasama, dan himbauan setiap tahapan pemilu.
“Dengan adanya kegiatan sebanyak itu, diharapkan persoalan yang terjadi, khususnya kerawanan yang sebelumnya terjadi di Jawa Barat, bisa diminimalisir,” tutup Nuryamah.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











