Kisah Romlah, Korban Longsor Cibadak Selamatkan Cucu Balitanya dari Ancaman Maut

Kamis, 25 Januari 2024 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Romlah (65), salah satu korban selamat dari longsoran tebing di Kampung Cibatu Hilir RT. 01/11, Desa Sekarwangi, Sukabumi, merinci momen mencekam ketika tanah setinggi 10 meter tersebut menimpa rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB pada Rabu (24/01/2024) kemarin.

Kepada jurnalsukabumi.com, Romlah menyampaikan bahwa saat kejadian, ia bersama cucu-cucunya berada di dalam rumah. Gemuruh dan retakan rumah memaksa mereka untuk segera berlari ke luar, sambil menggendong cucunya yang masih balita dari ancaman maut, Romlah berteriak agar orang-orang tahu adanya longsor.

“Saya lagi bersama cucu di dalam rumah, mendengar suara gemuruh dan retakan rumah di atas. Kemudian saya lihat ke atas, ternyata tanah di tebing sudah mulai berjatuhan. Sontak saya lari membawa cucu yang masih berusia 13 bulan untuk keluar rumah dan teriak ada longsor-longsor,” cerita Romlah.

Dengan mata berkaca-kaca, Romlah menyampaikan harapannya kepada pemerintah. Rumah yang hancur adalah miliknya bersama delapan anak dan cucunya. Romlah memohon agar pemerintah dapat membantu membangun kembali rumahnya, karena saat ini dia kehilangan tempat tinggal dan segala barang berharga tertimbun longsor.

“Saya tinggal sudah lebih dari 60 tahun, baru kali ini longsor besar terjadi. Saya tinggal dengan tiga keluarga yang total delapan jiwa. Rumah saya hancur, barang-barang berharga tertimbun longsor. Saya hanya meminta tolong kepada pemerintah agar dibangunkan kembali rumah, karena saya harus pulang ke mana, semua barang lainnya tidak ada,” ucap Romlah sambil menangis tersedu.

Saat ini, Romlah tinggal bersama cucu dan anak di sebuah rumah yang bukan miliknya dan terkadang menempati tenda pengungsian. “Saya tinggal di tempat yang ditawarkan di perumahan untuk sementara, kadang juga di tenda pengungsian,” tambahnya.

Semoga Romlah dan seluruh korban lainnya mendapatkan bantuan dan dukungan penuh dalam pemulihan dari bencana ini. Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian dan langkah nyata untuk membantu warga yang kehilangan rumah dan harta benda akibat longsor.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi akibat bencana itu mengakibatkan 12 rumah tertimbun dan 69 rumah terancam.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional
Jelang Musda MUI 2026, Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya Serukan Ukhuwah Islamiyah
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:11 WIB

DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:22 WIB

Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional

Berita Terbaru