JURNALSUKABUMI.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, terus berupaya menyelesaikan penuntasan kawasan kumuh yang saat ini menyisakan sekitar 190 hektare.
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono mengatakan, salah satu upaya percepatan penyelesaian kawasan kumuh itu, di antaranya dengan melakukan terobosan dan kolaborasi baik dengan Pemprov Jabar dan pusat.
Sebelumnya berdasarkan SK (Surat Keputusan) Walikota Sukabumi tahun 2015, ada 160 hektare jumlah kawasan kumuh.
Selanjutnya dilakukan berbagai penanganan, hingga akhir 2022 kawasan kumuh tersebut bisa secara tuntas diselesaikan.
“Alhamdulillah yang 160 hektare itu bisa kita tuntaskan semua, berkat kerjasama dengan semua leading sektor. Termasuk dengan bantuan dari Provinsi maupun pemerintah Pusat,” kata Frendy beberapa waktu lalu, dikutip Jumat (10/11/2023).
Fredy menjelaskan, saat Pandemi Covid-19 melanda pada 2021 lalu menjadi salah satu sebab kawasan kumuh meningkat, karena tingkat kemiskinan juga ikut naik.
Sebab itu, Bappeda melakukan evaluasi kembali dan membuat baseline (titik acaun) data dari awal. “Dari situ, kita menemukan data kekumuhan sekitar 250 hektare pada tahun 2021, dan kategori nya kumuh ringan,” jelasnya.
Menurutnya, kawasan kumuh kategori ringan segera bisa ditangani dengan memperbaiki jalan lingkungan atau perbaikan drainase. Pada tahun 2021, Bappeda juga membuat SK baru, yang menyatakan kawasan kumuh di Kota Sukabumi masih ada di angka 250 hektare.
“Dari jumlah itu, usaha penanganan yang dilakukan dari 2021 sampai 2023 telah menuntaskan sekitar 60 hektare, dan saat ini menyisakan 190 hektare lagi,” tandansya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












