Rakor Bareng Bappeda, PJ Wali Kota Sebut Tonggak Sejarah Perencanaan Pembangunan 20 Tahun Ke Depan

Jumat, 3 November 2023 - 05:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Belum lama ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi menggelar rapat koordinasi dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Penjabat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji, dia menyampaikan, RPJPD ini Tonggak sejarah dalam perencanaan pembangunan untuk 20 tahun ke depan di Kota Sukabumi.

”Momen ini membahas topik penting masa depan Kota Sukabumi. Dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang telah menjadi fokus dunia memastikan Sukabumi akan berkembang,” ujar Kusmana belum lama ini.

Tema kegiatan tersebut merancang perekonomian berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan inklusif dengan memanfaatkan bonus demografi untuk rumusan arah kebijakan pembangunan jangka panjang daerah 2025-2045.

Kusmana mengatakan, perencanaan pembangunan ini harus selaras dengan program pemerintah pusat dan provinsi. Penyusunan RPJPD bersama perangkat daerah mitra ekonomi dan SDA tersebut, dalam menjaring aspirasi dan masukan termasuk dari mitra Kadin, Hipmi, dan UMKM Juara terkait mendukung program RPJPD dalam 20 tahun ke depan.

Menurutnya, rakor ini jadi tonggak sejarah bagaimana membangun Sukabumi lebih baik lagi. Terlebih dalam menghadapi isu berkembang di dunia secara perekonomian dan keuangan beberapa negara maju sedang tidak baik-baik saja.

“Yang penting pola pikir akan sama antara program pusat, provinsi dan daerah saling mendukung pembangunan. Terkait transformasi ekonomi, ada 17 arah pembangunan diantaranya iptek, inovasi dan prioritas ekonomi, penerapan ekonomi hijau, transformasi digital dan lain sebagainya,” jelasnya.

Kondisi itu, kata dia, akan berdampak pada negara Indonesia terkait ekspor menjadi berkurang dan berakibat pula pada produk UMKM. Dalam artian perkembangan global berdampak pada nasional.

”Sukabumi sebagai perkotaan harus jadi pusat pertumbuhan ekonomi walaupun hanya tujuh kecamatan tapi jadi pusat pertumbuhan di wilayah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, tantangan yang dihadapi APBD terbatas daan membuka seluas-luasnya iklim investasi dan transformasi digital. Misalnya Diskumindag mendorong UMKM yang cukup banyak akses pemasaran, daya saing dan teknologi.

“Berikutnya pemanfaatan digitalisasi dalam pemasaran dan optimalisasi pekarangan rumah dalam menghasilkan produk pangan. Membuat program dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di bidang ekonomi,” jelasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur:

Berita Terkait

Tahara BPR Sukabumi Cicurug Tetap Jadi Primadona
BPR Sukabumi Buka Pendaftaran Tabungan Hari Raya, 25 Maret–24 April
Ini Linknya! Buku Panduan Ternak Ayam Petelur Cage-Free Bisa Jadi Acuan Strategi Bisnis Peternak
BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Oprasinoal Tutu Selama Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahu 2026
Gerakan Pangan Murah Polres Sukabumi Diserbu Masyarakat
Pasar Murah Polres Sukabumi Kota di Gedung Juang Diserbu Warga, Harga di Bawah HET
THR 2026 Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran, Ini Kata Disnakertrans!
Bazar Kuliner Ramadan 1447 H di Cisaat Catat Perputaran Uang Rp211 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:17 WIB

Tahara BPR Sukabumi Cicurug Tetap Jadi Primadona

Rabu, 8 April 2026 - 13:26 WIB

BPR Sukabumi Buka Pendaftaran Tabungan Hari Raya, 25 Maret–24 April

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:36 WIB

Ini Linknya! Buku Panduan Ternak Ayam Petelur Cage-Free Bisa Jadi Acuan Strategi Bisnis Peternak

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:30 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Oprasinoal Tutu Selama Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahu 2026

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:50 WIB

Gerakan Pangan Murah Polres Sukabumi Diserbu Masyarakat

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777