JURNALSUKABUMI.COM – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) daun kelor disulap menjadi minuman yang banyak dinikmati. Ada pribahasa tidak ada daun teh, daun kelor pun jadi.
Diketahui, daun kelor selama ini diyakini berkhasiat sebagai herbal untuk berbagai macam penyakit, bahkan dalam sisi spiritual daun yang satu ini kerap digunakan untuk prosesi pengusiran jin dan makhluk halus pengganggu.
“Selama ini daun kelor memang dikenal di sebagian masyarakat yang mempercayainya bisa digunakan untuk pengusiran makhluk halus dan sebagainya yang berhubungan dengan sisi magis, namun kami melihat potensi lain yang logis yakni memanfaatkan daun itu sebagai pengganti teh yang berkemampuan sebagai herbal,” kata Hadi Rachmat Supindar, ketua kelompok KKN- UMMI kepada wartawan, Rabu (23/8/2023).
Hadi mengungkap, penggunaan daun kelor tersebut merupakan inovasi kelompok KKN-T UMMI yang melakukan riset di Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Para mahasiswa ini melihat banyak daun kelor di perkampungan namun hanya sebatas semak-semak tanpa bisa dimanfaatkan.
“Kami memperkenalkan Ke-Tea (kelor tea) dan Just Keding (kelor pudding) , produk-produk inovatif yang dihasilkan dari bahan dasar daun kelor lokal yang kami dapati di desa tersebut. Memanfaatkan potensi luar biasa dari daun kelor, Ke-Tea dan Just Keding adalah hasil dari upaya kolaboratif yang melibatkan anggota kelompok kami dan masyarakat Desa Cikurutug,” ungkapnya.
Hadi merinci, Ke-Tea adalah minuman teh yang berasal dari ekstrak daun kelor, yang dikemas dengan rapi dalam
bentuk teh celup siap seduh. Teh ini mengandung berbagai zat gizi penting seperti vitamin, mineral,
dan antioksidan, yang dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan.
“Dengan produk ini, masyarakat Desa Cikurutug dapat menikmati nikmatnya teh sambil mendapatkan manfaat gizi yang berlimpah. Sementara itu, Just Keding adalah produk puding inovatif yang juga mengandung ekstrak daun kelor. Puding ini tidak hanya lezat, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap asupan nutrisi
sehari-hari,” jelas Hadi.
Tidak hanya lezat, puding daung kelor juga diharapkan Hadi bisa dinikmati oleh semua usia, selain membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat nantinya.
“Warga bisa menikmati camilan sehat sekaligus mendukung daya ungkit kesejahteraan mereka melalui hasil produk kelor nantinya. Saat peluncuran produk ini beberapa waktu lalu, kami juga menyuarakan kampanye edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan pada anak usia dini juga manfaat gizi dari daun kelor serta cara penggunaan produk ini,” paparnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Usep Mulyana












