JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS Muhamad Yusuf, menyatakan bahwa Pancasila merupakan konsensus nasional yang lahir di tanah air Indonesia. Dengan demikian, keberadaannya harus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan hari lahir Pancasila ke-78 adalah dalam rangka membangun peradaban dan pertumbuhan global. Pancasila merupakan konsensus nasional yang dihasilkan dan lahir dari tanah air Indonesia,” kata Yusuf.
Dia menambahkan, Pancasila bukanlah sekadar wacana, melainkan realitas objektif yang memiliki legitimasi yang kuat baik secara filsafat, politis, historis, maupun kultural.
Tidak hanya itu, dalam pandangannya Pancasila adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa bagi bangsa Indonesia, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila adalah wujud nyata rasa cinta terhadap tanah air yang dapat membangun bangsa dan negara yang lebih baik.
“Pengamalan nilai-nilai Pancasila sangat sederhana, yakni saling menghargai, bekerja sama, dan saling menghormati antara warga negara Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yusuf menyebutkan bahwa bangsa Indonesia telah berhasil melewati masa kritis pandemi Covid-19, yang menunjukkan kekuatan Pancasila dan kekuatan bangsa Indonesia.
Selain itu, di masa depan, bangsa Indonesia berambisi untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 dan impian Indonesia di tahun 2085 sebagai bangsa yang memiliki sumber daya manusia berkecerdasan superior dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Mereka berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia yang menjunjung tinggi pluralisme, kebudayaan, ketakwaan, dan nilai etika.
Saat menghadapi pemilihan umum serentak pada tahun 2024, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mensukseskan pemilu yang jujur, aman, dan damai. Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk bergotong royong dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.
“Kita harus menjaga kerukunan dan keutuhan untuk menciptakan suasana yang kondusif sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. Jiwa dan roh Pancasila harus diaktualisasikan dalam cara berpikir, bertindak, dan berelasi setiap individu manusia Indonesia, sehingga nilai kemanusiaan dan solidaritas bangsa kita akan terwujud,” tegasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












