JURNALASUKABUMI.COM – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Fath, KH. M. Fajar Laksana, menyatakan bahwa olah raga Pencak Silat itu, lahir dan berkembang di pesantren.
Demikian disampaikan Kiai Fajar saat menyampaikan kata sambutan dalam kegiatan silaturahmi Pencak Silat di Bulan Syawal (Silat Syawal).
“Sejarah lahirnya Pencak Silat itu di Pesantren. Maka kami terus mempertahan tradisi dan pengembangannya hingga saat ini. Alhamdulillah, aliran seni bela diri pencak silat sang Maung Bodas maju pesat,” ujarnya.
Dia menambahkan, Pencak Silat merupakan ikon Ponpes Al-Fath yang sudah dikenal hingga manca negara. Tentu saja hal ini berkat dorongan dan motivasi dari para sesepuh dan para pengurus organisasi IPSI, baik tingkat kota/kabupaten, provinsi hingga nasional.
“Alhamdulilah, Al-Fath tidak bergerak sendiri. Namun didukung oleh semua pihak untuk tetap mempertahankan Pencak Silat, sebagai warisan budaya tak benda yang prestasinya telah mendunia,” tandasnya.
Dia juga mendorong agar ilmu bela diri yang kaya akan jurus dan aliran ini, dapat juga dikembangkan juga di pesantren dengan ciri khas masing-masing. Sehingga ke depan Pencak Silat benar-benar menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk mempelajari dan mendalaminya.
“Silat Syawal ini telah dilaksankan sejak 2017 lalu. Artinya, tahun ini adalah menjadi tahun ke-7. Pada tahun ini kami mengundang sekitar 50 ‘paguron’ yang berasal dari tiga provinsi yaitu Jawa Barat, DKI dan Banten,” tuturnya.
Redaktur: Usep Mulyana












