JURNALSUKABUMI.COM – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Sukabumi, salah satu sekolah yang mengajarkan dan menanamkan jiwa bela negara sejak dini. Hal itu disampaikan guru bidang studi PPKN yang juga sebagai Humas, Teddy Setiadi Gunawan, saat menggelar kegiatan bela negara bagi siswa kelas XII jurusan IPA dan IPS, Sabtu (4/3/23).
“Kegiatan ini merupakan pembekalan bagi para siswa untuk memahami peran dan fungsi mereka sebagai generasi penerus bangsa yang harus tempat mental spritual yang lebih baik di masa depan,” kata Teddy.
Kegiatan bela negara yang menghadirkan para sumber dari Kodim 0607 dan Koramil Sukabumi Selatan diharapkan mampu mengubah mindset para pelajar dari semula bersikap apriori menjadi lebih aktif, kreatif dan inovatif dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. 
“Apalagi mereka sesaat lagi akan meniggalkan sekolah ini dengan berbagai pilihan yang akan menuntun mereka ke arah hidup yang lebih baik. Perlu diingat, dunia luar itu lebih keras yang memerlukan kesiapan mental,” tegasnya.
Dia menambahkan, mereka juga memiliki misi yang tidak ringan
untuk menjadi duta-duta sekolah tersebut untuk membuat citra positif sebagai alumni yang punya moralitas, kualitas dan integritas yang mumpuni.
“Mereka akan memasuki medan pertempuran yang sebenarnya. Mereka harus mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan di bangku sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu seorang Nara sumber dari Koramil Sukabumi Selatan, Peltu Dwi Utomo menyatakan, bahwa kegiatan bela negara itu adalah kemampuan menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Itu grade yang paling ringan. Aplikasinya ditempatkan sesuai dengan potensi dan profesinya masing-masing. Seperti pejabat negara, TNI dan Polri, pengusaha, pengasuh pondok pesantren, guru, pelajar, mahasiswa dan profesi lainnya yang tidak bisa disebut satu persatu,” kata Peltu Dwi.
Dia menambahkan, dalam bela negara pun ada yang dinamakan komponen utama, cadangan dan pendukung. Satu sama lain saling bahu membahu untuk menuju cita-cita para pendahulu dan pejuang bangsa.
Koordinator kegiatan Ratna Bulan menjelaskan, kegiatan tersebut, murni inisiatif dari para siswa-siswi kelas XII. Tagline yang usung adalah dari siswa oleh siswa dan untuk siswa. om Sementara sekolah dan dewan guru sebagai pembimbing dan pengarah kegiatan.
“Dengan kegiatan ini, para siswa kelas akhir dari yang berjumlah 200-an orang ini, bisa menjadi generasi penerus bangsa yang kokoh dan kuat dalam hal mental spiritual. Guna membentuk karakter yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












