JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati H. Iyus Somantri dan Kadis Perikanan Nunung Nurhayati, meluncurkan Gerakan Aksi Deteksi dan Intervensi Stunting di Kabupaten Sukabumi (Gadis Sukabumi). Kegiatan berlangsung di Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Selasa (14/2/23).
Acara turut dihadiri Kepala Perangkat Daerah di Kabupaten Sukabumi, Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran dan Pengawasan Sumberdaya Perikanan. dan Sub Koordinator Pemberdayaan dan Bina Mutu Pengolah Pemasar Hasil Perikanan.
Nunung mengatakan, gerakan yang di luncurkan secara hybrid oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menurunkan dan mencegah stunting baru.
“Gerakan ini lebih menekankan terhadap pencegahan stunting sejak awal kehamilan dan juga pendataan kembali anak stunting bertepatan dengan bulan penimbangan balita yaitu bulan Februari,” kata Nunung.
Hal itu ujarnya, bisa dilakukan dengan pengecekan kondisi ibu hamil serta penimbangan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala dan pengukuran lingkar lengan atas anak balita dengan menggunakan alat antropometri oleh posyandu atau pelayanan kesehatan di tingkat bawah.
Setelah diluncurkan kata Nunung, Gadis Sukabumi akan memulai aksinya di bulan ini dengan fokus untuk pendataan anak stunting yang dibantu oleh posyandu atau
puskesmas setempat.
Pada kesempatan ini, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi turut berkontribusi dalam upaya pencegahan dan percepatan penanggulangan stunting. Hal ini
dibuktikan dengan pemberian paket ikan segar untuk anak-anak dan ibu hamil.
Masih kata dia, stunting merupakan isu nasional yang masih menjadi permasalahan serius. Perlu keterlibatan dan kerjasama antar unsur pemerintah
di Kabupaten Sukabumi untuk dapat menanggulanginya.
“Pada hari ini kami membagikan paket ikan segar sebanyak 46 paket ikan untuk anak-anak dan 10 paket untuk ibu hamil. Sebagai bentuk keseriusan dalam pencegahan dan penanggulangan stunting,” jelasnya.
Disamping itu ungkapnya, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi memiliki program kerja yang dinamakan Program IMAH atau Ikan Masuk Rumah.
“Program ini dicanangkan untuk
menanggulangi stunting di Kabupaten Sukabumi, sebagai bentuk upaya membangun kesadaran gizi individu maupun masyarakat luas agar gemar
mengkonsumsi ikan,” ungkap Nunung.
Pada bagian lain dia menjelaskan, tujuan dari program ini yaitu untuk bisa memotivasi masyarakat secara luas agar gemar mengkonsumsi ikan secara teratur dan berkelanjutan, agar terbentuk manusia yang sehat, cerdas, dan kuat.
Ikan merupakan sumber protein hewani dengan kandungan gizi yang lebih unggul dibandingkan dengan yang lainnya, tambahnya.
Mengkonsumsi ikan dengan rutin
terbukti bermanfaat untuk mencegah stunting pada anak, karena kandungannya
yang baik bagi pertumbuhan.
“Harapan kami, dengan diluncurkannya gerakan Gadis Sukabumi, diharapkan dapat
menanggulangi masalah stunting di Kabupaten Sukabumi melalui pendeteksian sejak dini,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana











