Puluhan Domba Mati Misterius di Sukabumi, Ketua Apdesi: Diterkam Hewan Buas

Minggu, 12 Februari 2023 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan ekor domba di Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, mati misterius dua hari terakhir ini, Minggu (12/02/2023).

Informasinya, kurang lebih ada 27 ekor domba milik warga itu tewas di kandang langsung dan terjadi di beberapa lokasi berbeda.

Kepala Desa Sukakersa, Deden Deni Wahyudi mengatakan, berdasar keterangan warga serta hasil pemeriksaan secara fisik di lapangan, kematian domba-domba diduga akibat terkaman binatang buas.

Daftar nama peternak domba yang terkena serangan hewan buas di Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Minggu (12/02/2023).

“Untuk sementara kejadian itu diduga akibat serangan hewan buas. Sebab, di tubuh domba terdapat luka gigitan dan terkadang merobek perutnya saja,” ujar Deden.

Pria yang sekaligus menjabat Ketua Assosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi ini menyebut, kejadian itu sedikitnya dialami oleh 13 warganya.

“Atas hasil pendataan dan laporan tim di lapangan. Dari 27 ekor domba yang tewas itu terjadi di Kampung Lembursawah, Cangkowak, Lemahduhur, Lebaklarang, Cimundu, Cibanteng, Ciherang dan Kampung Pasirsitu,” sambungnya.

Kepala desa yang menjabat tiga periode ini menduga, hewan buas yang menyerang domba tersebut adalah anjing gugur atau anjing jadi-jadian.

“Ada sebagian warga yang mengaku, bahwa kematian domba-domba ini memang karena ulah hewan buas itu,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa agar tidak terjadi lagi, kata Deden, pemerintah desa dan warga berencana akan menjaga dombanya dengan meningkatkan ronda malam.

“Saya bersama warga kembali mengintensipkan untuk ronda malam. Dan kejadian serupa juga pernah terjadi di tempat lain yang ada di Desa Sukatani, di mana domba milik warga mati dengan kondisi leher terluka,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru