JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunhan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menyebut program Program Perempuan Hebat untuk Keluarga Berkualitas (Perahu Kertas) akan diperluas.
Tahun 2023 ini program perahu kertas akan dilaksanakan pada 20 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dari tahun sebelumnya yang baru terlaksana pada 10 kecamatan diantaranya Kecamatan Pelabuhan Ratu, Cisolok, Cikakak, Simpenan. Termasuk Sukabumi bagian utara yang meliputi Kecamatan Sukabumi, Kebonpedes, Cireunghas, Kadudampit, Cisaat, dan Cicantayan.
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki mengatakan, program tersebut melibatkan pelatihan berupa pembelajaran dalam beberapa bidang yakni pembelajaran kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan potensi diri.
“Pelatihannya kemarin kebanyakan itu dalam mengolah makanan. Alhamdulilah sudah banyak kader yang dibina atau dilatih oleh kita melalui narasumber atau pelatih, dan sudah ada yang berkembang. Salah satunya produk makanan yang ada di hampir seluruh kecamatan itu,” tutur Eki kepada Jurnalsukabumi.com, Selasa (07/02/23).
Eki menuturkan, program yang baru terlaksana dalam setahun terakhir itu masih terdapat beberapa kekurang. Kendati demikian, pihaknya memastikan akan memperbaiki dan memperkuat pelaksanaan program perahu kertas di tahun 2023 ini.
“Memang kan ini baru awal pelaksanaan perahu kerta kita juga seolah-olah kalau awal itu masih meraba dan lain sebagainya, ternyata ada juga kekurangan dan kelebihan. Kekurangannya mungkin kita akan perbaiki d 2023,” jelas Eki.
“Kalau kemarin itu kan utara selatan kita fokus di 2 wilayah itu, tapi untuk 2023 di 20 kecamatan kita lokasinya menyebar termasuk ada Tegalbuleud, Kalibunder, Sagaranten, perluas lagi jangkauannya,” sambung dia.
Sementara, Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) Pengarusutamaan Gender (PUG) DP3A Kabupaten Sukabumi, Ninglas Miningsih mengatakan, tahun ini pelatihan peningkatan kompetensi diri pihaknya juga akan menambahkan materi pembelajaran mengenai perlindungan anak dan kesetaraan gender.
“Jadi kita meng unggulan dari sisi pemberdayaan perempuan, seperti sisi pendidikan, ekonomi kemudian d pemberdayaan. Kemudian nanti di 2023 kita akan menamba dengan perlindungan anak dan kesetaraan gender. Jadi kita akan tambah materi pembelajarannya kemudian juga nanti di prakteknya juga,” jelas Ninglas.
Selain itu, dia menambahkan, program tersebut juga akan lebih terfokus pada menggali potensi yang telah ada di setiap kecamatan untuk ditingkatkan.
“Misalnya kecamatan ini potensinya apa, jadi nanti kita disitu akan lebih diberikan pelatihan yg lebih mendalam. Sehingga biar yang sudah lebih diasah, jadi akan muncul potensi,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Harisman












