Mie Kocok Mata Sapi, Kuliner Legendaris di Kota Sukabumi ada Sejak Tahun 1960-an

Minggu, 15 Januari 2023 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aroma kaldu sapi nan kental tercium dari sebuah gerobak di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, roma yang membuat perut lapar itu berasal dari jongko Mie Kocok Mata Sapi.

Mie Kocok Mata Sapi ini adalah salah satu kuliner legendaris di Sukabumi. Mie Kocok tersebut memiliki rasa yang khas serta cara penyajian yang unik. Resepnya diturunkan dari generasi ke generasi sejak tahun 1966.

Hidangan ini terdiri atas mie yang disajikan dalam kuah kaldu sapi kental, irisan kikil sapi, toge, jeruk nipis, dan ditaburi irisan daun seledri, daun bawang, serta bawang goreng.

Pemilik sekaligus penjual Mie Kocok Mata Sapi, Emi Susanti mengatakan, olahannya disebut mie kocok, merujuk kepada proses memasaknya. Mie dikocok dalam wadah logam berongga dan bergagang, lalu dicelupkan ke dalam air mendidih.

“Ini sejak orang tua berdiri tahun 1966, Generasi ketiga Kalo peminat kebanyakan hari Sabtu sama Minggu yang otw dari luar kota banyak, Kalo spesial lidah, mata sapi terutama sama urat bening,” kata Emi, Minggu (15/1/2023)

Adapun khasiat dari mata sapi, Emi menyebut bisa mengobati alergi gatal-gatal, saat digigit mata sapi lumer di lidah.

“Khasiat dari air mata yang dalam itu jadi bisa ngobatin kaligata atau gatal gatal, Kalau lebih mantep di dalam digigitnya jadi lumer di dalam,” tuturnya.

Untuk harga satu porsi mie kocok mata sapi dibanderol Rp 17 ribu, sedangkan mie kocok biasa Rp 15 ribu.

“Ciri khas lain saus tomat kalau yang lain kan ga pake kalau di sini sausnya saus tomat ga pake saus botol, Mata sapi sedia sehari paling 12 mata sapi, jadi sistemnya booking melalui wa kalau mau pesan,” kata dia.

Emi juga mengungkapkan, untuk Omset per hari rata-rata 50 mangkok. “sekarang menurun ngga kaya waktu sebelum Covid, Kalau sebelum Covid bisa mencapai 100 mangkok sekarang 50 juga kurang sehari,” ungkap dia.

Sementara para pengunjung atau pembeli mengaku, mereka sudah menjadi langganan sejak dulu. Yang menurutnya rasanya enak dan gurih.

“Enak, gurih. Sering makan di sini sejak kecil dari zaman si ibunya sekarang kan anaknya,” ujar Nina pembeli Mie Kocok.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital
Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau
BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026
Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM
SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station
BPR Sukabumi Luncurkan SIMPEN, Permudah Pendaftaran Nasabah Secara Digital

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:50 WIB

BPR Sukabumi Hadiri Peringatan Harkitnas 2026, Perkuat Komitmen Dukung Transformasi Digital

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:14 WIB

Jelang Iduladha, Berkah Mandiri Tawarkan Sapi Kurban Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:52 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 19:11 WIB

Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi

Berita Terbaru