BPBD Kab Sukabumi Mencatat, 2022 Bencana Didominasi Longsor dan Angin Kencang

Kamis, 12 Januari 2023 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, mencatat bahwa bencana akibatkan longsor dan terjangan angin kencang masih mendominasi pada tahun lalu.

Hal itu disampakan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra, yang didampingi Sub Koordinator Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara Adiwiguna, Kamis (12/1/23)

“Dari ratusan bencana itu, paling banyak terjadi di Kabupaten Sukabumi adalah bencana tanah longsor dan yang kedua adalah bencana angin kencang,” kata Agung.

Berdasarkan info grafis kejadian bencana alam yang tercatat di Pusdalop PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kata dia, terhitung sejak awal Januari 2022 sampai Desember 2022 ini, terdapat 926 kejadian bencana alam.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, dari 926 kejadian bencana ini, terdiri dari tanah longsor 495 kejadian, banjir 90 kejadian, kebakaran 73 kejadian, angin kencang 164 kejadian, gempa bumi 54 kejadian dan bencana pergerakan tanah 50 kejadian. “Sementara, untuk dampak kejadian dari bencana sepanjang 2022 itu, terdapat 1.386 Kepala Keluarga (KK) dan 3.398 jiwa yang menderita,” ujarnya.

Sedangkan untuk jumlah pengungsi akibat bencana alam sepanjang 2022 itu, BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat terdapat 802 Kepala Keluarga (KK) dan 2.456 jiwa mengungsi. “Untuk korban luka-lukanya ada 56 jiwa dan 11 jiwa dikabarkan meninggal dunia,” paparnya.

Sementara untuk dampak kerusakan akibat bencana alam sepanjang tahun 2022, terdiri dari 2.192 rumah rusak, 770 rumah terancam dan 398 fasilitas umum dan dan sarana lainnya mengalami kerusakan. “Untuk jumlah kerugian materil sepanjang 2022 itu, ditaksir mencapai Rp8.705.855.000,” terangnya.

Untuk mengeliminir terjadinya risiko bencana alam pada tahun 2023, BPBD Kabupaten Sukabumi menghimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi tetap waspada dan berhati-hati. Terutama, bagi warga yang berada di bantaran sungai serta tebing.

Reporter: Ifan | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 
Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air
Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 01:27 WIB

Tragis! Laka di Parungkuda Akibatkan Sopir Truk Terjepit 

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Senin, 25 Mei 2026 - 00:01 WIB

Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Berita Terbaru

RAGAM

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:49 WIB