Curah Hujan Tinggi, Jalan Penghubung Desa Cidadap dan Cibuntu Tertutup Longsor

Selasa, 27 Desember 2022 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jalan penghubung antara Desa Cidadap dan Cibuntu, terpantau dalam keadaan tertutup longsor. Kejadian tersebut diduga disebabkan akibat angin kencang dan curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, Kecamatan Simpenan merupakan wilayah yang rawan longsor karena di kelilingi perbukitan yang melintangi ruas jalan kabupaten maupun provinsi.

Petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, mengatakan, hampir seluruh desa di wilayahnya tergolong rawan bencana baik longsor maupun pohon tumbang. Apalagi disaat cuaca ekstrem melanda Kabupaten Sukabumi.

“Betul, Kecamatan Simpenan rawan bencana. Apalagi pada saat musim penghujan datang. Dalam beberapa bulan ini banyak terjadi longsor,” ujar Dandi kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (27/12/2022).

Bahkan saat ini, bencana longsor berpotensi terjadi di wilayah penghubung  antara tiga desa. Hingga menutupi ruas jalan utama aktivitas warga.

“Hari ini pun terjadi longsor di sepanjang ruas jalan Bagbagan-Cibuntu.  Palin parah terjadi di Tanjakan Dahu. kemudian di Ruas Jalan Kiara Dua,” terangnya.

Namun dampak longsoran itu sudah dapat ditangani, walaupun dengan alat seadanya terpenting dapat dilalui masyarakat sekitar. “Sementara sudah di evakuasi oleh masyarakat melalui kerja bakti dan jalan sudah bisa di lalui roda dua maupun roda empat,” tuturnya.

Selain longsor kata Dandi, satu rumah di Kampung Cibitung, Desa Cihaur, mengalami rusak akibat diterpa angin begitu kencang. “Hujan deras disertai angin kencang pada pukul 07 pagi mengakibatkan dapur milik Isoh Janda tua mengalami roboh bagian atap dan samping bangunan,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru