Disperkim: Program Rutilahu Harus Penuhi Tiga Aspek Standar Kelayakan

Kamis, 22 Desember 2022 - 16:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, membangun 613 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) pada tahun anggaran 2022. Dalam pelaksanaannya, program pembangunan tersebut harus memenuhi tiga aspek standar kelayakan.

Demikian disampaikan PPTK pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Fuji Rasfujiana, Kamis (22/12/2022)

“Diharapkan dengan program ini semua bangunan ini bisa memenuhi standar rumah layak huni yaitu memperhatikan aspek keselamatan, aspek kecukupan luas ruang dan aspek kesehatan,” kata Fuji.

Dinas Perkim lanjut dia, mengalokasikan anggaran senilai Rp15 juta kepada masing-masing penerima manfaat. “Alokasi anggaran rutilahu Rp14 juta untuk pembelian bahan bangunan, Rp700 ribu untuk biaya upah kerja dan Rp300 ribu untuk BOP dan administrasi,” jelas Fuji.
Pada 2022 ini ujarnya, realisasi pembangunan rutilahu di alokasikan dari anggaran sisa recofusing Covid-19 pada 2021 lalu.

“Sesuai dengan perencanaan, realisasi perbaikan rumah tidak layak huni tersebar di 346 desa di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Tidak seluruh desa terjangkau karena ada beberapa desa yang tidak masuk dalam alokasi program rutilahu, karena sudah tercover dari alokasi anggaran rutilahu dari provinsi dan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlansung ujarnya, tidak ditemukan kendala berarti sehingga program yang dijalankan berjalan sesuai rencana. “Harapan kami pelaksanaan bisa sesuai dengan target di pertengahan atau di akhir Minggu ke-5 Desember tahun 2002,” tandasnya.

Fuji berharap, bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum terintervensi program ini, di tahun mendatang masuk ke dalam data pengajuan berikutnya sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah. “Kalau yang sekarang kan belum tersebar di seluruh desa, mungkin nanti seperti apa kebijakannya kita masih menunggu,” tuturnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 
DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan
Traktor Bantuan Petani Cidadap Berpindah Wilayah, Setahun Kemudian Ditemukan Rusak
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat
DMCG Gandeng Tzu Chi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, 500 Warga Sukabumi Terlayani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:59 WIB

PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers

Minggu, 27 September 2026 - 06:48 WIB

Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 18:56 WIB

Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers DigitalĀ 

Jumat, 25 September 2026 - 20:49 WIB

DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan

Berita Terbaru

HEADLINE

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:10 WIB

HEADLINE

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:07 WIB