JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menjelaskan ada delapan titik calon kawasan pencadangan potensial untuk sidat. Hal tersebut, disampaikan Nunung Nurhayati, kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (18/12/22).
“Pertama adalah Situ Cikalapa. Kawasan tersebut merupakan kawasan yang unik. Dimana jarak antara situ ke muara hanya 300 meter. Adapun luasnya adalah 40 hektare, terdapat limpasan , kualitas air baik (pH, DO, Suhu, salinitas dan arus) relatif stagnan. Sehingga kondisi ini sangat baik sebagai tempat migrasi Sidat,” kata Nunung.
Selanjutnya kata dia adalah Curug Cikaso. Tempat itu adalah bagian dari Sungai cikaso. Berdasarkan informasi yang di peroleh, lokasi itu, merupakan salah satu lokasi wisata. Pengelolaannya, dilakukan secara terintegrasi.
Lokasi berikutnya adalah Situ Talanca Ciroyom. Situ tersebut merupakan kawasan potensial untuk sidat fase elver. Kawasan rawa pesisir itu dapat dijadikan sebagai kawasan penyangga untuk keberlanjutan perikanan sidat. Dimana di Indonesia sendiri masih sangat jarang penggunaan rawa pesisir sebagai kawasan pencadangan.
“Bendung Caringin Cibareno, Curug Cimarinjung, DAM Ubrug Desa Kabandungan yang merupakan kawasan konservasi ikan tor soro Hikamuci dan Talanca Cimandiri,” jelasnya.
Pada bagian lain dia menjelaskan, Bagian SDA, DAS Cimandiri akan dilakukan pemulihan dari hulu sampai hilir. Dimana program ini akan bersinergi bersama UPTD PSDA Provinsi Jawa Barat selaku yang memiliki kewenangan.
Selain itu ujarnya, tahun depan akan dirumuskan kawasan konservasi SDA Perikanan di Kecamatan Caringin. Dalam perumusannya bersinergi dengan Bappelitbangda. “Di Kabupaten Sukabumi juga sudah dibentuk Satgas Konservasi SDA dimana didalamnya nanti ada kawasan essensial yang harus di lindungi melalui SK Bupati.
Dinas Lingkungan Hidup dan BKSDA lanjut dia, sudah pernah menggarap KEE. Saat ini sudah dikeluarkan Produk mengenai KEE pada Keputusan Bupati di tiga Lokasi yaitu Ciemas, Gunung Salak dan Cipeucang. Dimana terdapat flora dan fauna yang terindikasi hampir punah diantaranya burung Tulang Emas. Khususnya support anggaran terkait pengelolaan belum dapat berjalan optimal.
Redaktur: Usep Mulyana












