JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) yang juga Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Reni Rosyida M, mengatakan, akan terus berupaya memperkuat sistem ketahanan kesehatan daerah.
“Kita menyoroti tentang sistem ketahanan kesehatan daerah, dimana yang dihadapi beberapa efek yang terjadi akibat pandemi Covid-19 maupun permasalahan kesehatan ke depan,” kata Reni, saat acara pelantikan pengurus IAKMI Kota Sukabumi, di Hotel Fresh Jalan Bhayangkara, Sabtu (5/11/22).
Dia menambahkan, targetnya tingkat pelayanan kesehatan terhadap masyarakat berjalan lebih baik. “Kita berupaya menambah jumlah anggota. Sebab IAKMI itu berasal dari berbagai profesi, yang merupakan pemerhati masalah kesehatan. Jumlah anggota aktif saat ini berjumlah 87 orang,” ungkapnya.
Sudah barang tentu, IAKMI harus memberikan kontribusi nyata dalam mengedukasi masyarakat dalam rangka peningkatan pelayanan dan perbaikan sistem ketahanan kesehatan masyarakat.
Penguatan sistem yang dimaksud adalah untuk mengantisipasi terjadinya dampak-dampak kesehatan. Sebab secara umum, kesehatan ini bisa mempengaruhi tingkat ekonomi, pendidikan dan sebagainya.
“Disamping respon cepat IAKMI juga melakukan strategi-strategi dengan memberikan rekomendasi-rekomendasi yang strategis di dalam membuat perencanaan atau pelaksanaan dalam penanganan kesehatan,” terang Reni.
Pada bagian lain kata dia adalah solutif, kehadiran IAKMI untuk memberikan solusi bagi masyarakat. Salah satunya, stunting. Dimana stunting itu, sebetulnya dampak dari sistem kesehatan daerah. “Artinya kami lebih pada melakukan pendekatan kesehatan masyarakat semua sektor dari hulu sampai hilir,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












