JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi dan Ketua Ketua Tim Penggerak (TP) PKK, Fitri Hayati Fahmi, kompak menghadiri acara pelantikan Pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Kota Sukabumi, di Hotel Fresh, Jalan Bhayangkara, Sabtu (5/11/22). Kegiatan dihadiri oleh Ketua IAKMI Kota Sukabumi, Reni Rosyida M dan Ketua Pengda IAKMI Jawa Barat, Ahyani Raksanagara.
Kang Fahmi mengatakan, bahwa energi positif bisa selalu hadir dalam setiap kegiatan termasuk dalam organisasi profesi.
“Selama sama-sama memiliki energi positif maka akan mempersatukan kita, bukan hanya di organisasi IAKMI saja. Terpenting adalah pelayanan kita kepada masyarakat,” kata Kang Fahmi.
Dia menambahkan, dalam berbagai kesempatan, orang nomor satu di Kota Sukabumi itu, sering mengulang-ulang tentang perjuangan untuk menjemput Indonesia Emas 2045.
Kenapa saya sampaikan ini, karena kita ingin IAKMI betul-betul terlibat dan bertanggungjawab, untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Tahapan-tahapan sudah kita lalui, dari mulai proklamasi sampai sekarang reformasi, yang belum kita alami adalah Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Dia berharap, pada pelantikan IAKMI tersebut, IAKMI harus mampu memberikan kontribusi positif dalam kerangka menjemput Indonesia Emas 2045.
Ada tujuh tantangan kesehatan Indonesia di masa mendatang kata dia yang harus dipersiapkan dengan baik. Ketujuh tantangan itu adalah meningkatkan kesehatan masyarakat. “Help is not everything but without help everything is nothing. Kesehatan bukan segala-segalanya, tapi tanpa kesehatan semua tidak berarti apa-apa.
“Bagaimana meningkatkan kesehatan masyarakat. Bagaimana jadi kesehatan jadi menjadi prioritas, ini harus diedukasi peran penting dari IAKMI, bagaimana mengedukasi masyarakat. Bahwa kesehatan itu penting,” terangnya.
Tantangan lainnya adalah tersedianya kesehatan primer. Menjadi isu yang disampaikan menteri kesehatan. Bagaiman yang sehat harus tetap sehat. Selanjutnya, peningkatan mutu peningkatan pelayanan rumah sakit.
“Menurut informasi ada Rp180 triliun mondar-mandir warga yang pulang pergi ke luar negeri untuk berobat. Saya kaget l, angkanya sebesar itu untuk check up, operasi. Karena masih banyak yang kurang percaya dengan pelayanan di rumah sakit itu, ungkapnya.
Yang tidak kalah penting, penaggulangan pandemi pasca Covid-19. Bagaimana keamanan dan kesehatan di masa yang akan datang. Apakah selesai di masa pandemi Covid-19 ini atau muncul masalah kesehatan lainnya. Ini menyangkut masalah keamanan, ini adalah tanggungjawab bersama.
“Kelima advokasi dan koordinasi. Ada istilah one health, kesehatan itu bukan hanya kesehatan manusia saja, tapi kesehatan lingkungan dan hewan. menjadi tanggungjawab kita bersama,” ucapnya.
Pada bagian lain dia mengatakan, penanganan kesehatan bersifat kolaboratif. karena IAKMi itu ada di Bappeda, Dinkes, keuangan, catatan sipil sifatnya Kolaboratif.
“Saya berharap, one health merupakan komitmen bersama bukan hanya kesehatan manusia tetapi hewan dan lingkungan,” ujarnya. Keenam mencapai kesehatan dan kesejahteraan pada 2030. tugas kita semua termasuk tugas IAKMI Ketujuh Indonesia mampu berperan dalam kancah dunia di bidang kesehatan,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












