JURNALSUKABUMI COM – Seorang pria, TN (24) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, menderita luka di bagian wajah, akibat terkena pantulan pelek ban saat mengisi angin di salah satu bengkel mobil. Pelek ban itu terpental saat ban mobil meledak gara-gara kelebihan tekanan angin.
Kapolsek Citamiang AKP Arif Sapta Raharja mengatakan, peristiwa tersebut tepatnya terjadi di Jalan Pelabuhan II, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi sekitar pukul 12:30 WIB. Mulanya korban mendatangi bengkel untuk menambah angin.
Kemudian, pemilik tambal ban AS (73) menolak karena kurangnya baut yang terpasang di ban mobil angkotnya itu. AS sudah mewanti-wanti korban akan potensi terjadinya ban meledak.
“Awal mula kejadian tersebut ketika korban datang ke TKP (lokasi tambal ban milik AS) dengan maksud akan menambah angin ban Forklift yang dibawa korban,” kata Arif saat dalam keterangannya, Jumat (4/11/2022).
Lanjut dia mengatakan, namun AS menolak untuk menambah angin ban milik korban dengan alasan takut ban tersebut meledak, karena baut yang terpasang di ban milik korban hanya 3 buah yang mana seharusnya terpasang tujuh buah.
Korban pun berinisiatif untuk mengisi angin ban mobil sendiri. Pada saat angin ban tersebut diisi, ban tiba-tiba meledak serta pelek besi mengenai wajah korban.
“Pelek besi kena wajah dan kemudian terpental mengenai spion mobil angkot dan kaca jendela rumah pemilik bengkel,” tutur dia.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami di bagian wajah dan langsung dilarikan ke RSUD Al Mulk yang kemudian dirujuk ke RSUD Syamsudin SH. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Usep Mulyana












