JURNALSUKABUMI. COM – Perumda BPR Sukabumi, menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW, dalam rangka memperingati HUT BPR ke-18. Diakhir acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Direktur Umum dan Fungsi Kepatuhan BPR, Wibowo Hadi Kusuma. Tema acara ulang tahun kali ini, ‘Bangkit dengan Kemandirian Menuju Kinerja yang Profesional’.
Wibowo mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Perumda BPR hingga seperti sekarang ini. Ucapan selamat juga terus mengalir dari sesama perusahaan di bidang sejenis termasuk mengapresiasi kinerja media yang turut membesarkan perusahaan plat merah tersebut.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Kejaksaan Negeri Cibadak, melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Dattun) yang sudah memberikan karangan bunga. Anda bisa lihat, ternyata respon dari kawan-kawan, sesama perusahaan sejenis juga memberikan ucapan selamat, bahkan ada yang dari Purwakarta dari Tasikmalaya,” katanya, kepada jurnalsukabumi.com. Kamis (13/10/22). 
Perlu diketahui kata Bowo sapaan Wibowo Hadi Kusuma, Perumda BPR Sukabumi masuk ke dalam kelompok Perhimpunan Bank Milik Pemerintah Daerah (Perbamida). Berdasarakan Permendagri Nomor 94 Tahun 2017 tentang BPR. “Kalau kita lihat secara eksplisit, Perbamida ini cukup kuat, hanya mungkin langkah kita hari ini pada saat usia ke-18 tahun. Diibaratkan anak sekolah BPR itu seperti anak baru lulus SMA,” tuturnya.
“Tinggal tidak berfikir lagi seperti anak kecil, di dalam mengelola pekerjaan pun harus lebih dewasa. Untuk mewujudkan sebuah tagline “Bangkit Dengan Kemandirian Menuju Kinerja Yang Profesional,” ucapnya.
Lanjut dia, hari ini BPR bekerja profesional dengan mengadopsi sistem digitalisasi untuk menghadapi persaingan perbankan nasional hari ini.
“Tidak lagi kita berfikir tradisional, datang ke sini kita juga harus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di BPR dengan pola digitalisasi,” terangnya.
kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten
Memaparkan, Habiburokhman menuturkan, dia mengucapkan Milad yang ke -18 kepada Perumda BPR Sukabumi.
“Mudah-mudahan langkah -langkah, apa yang akan di laksanakan oleh BPR ini semakin meningkat dan semakin maju sukses,” kata dia.
Pada bagian lain dia mengungkapkan, praktik renternir itu adalah satu kegiatan yang harus segera ditinggalkan dan tidak bercokol lagi di Kabupaten Sukabumi. Karena keberadaannya itu akan membebankan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi
“Dengan kehadiran kita BPR hari ini, mudah-mudahan masyarakat bisa sadar sendiri, mereka akan sadar warga Kabupaten Sukabumi, punya Perumda BPR Kabupaten Sukabumi. Supaya mereka mengakui dan lebih bermitra lagi dan lebih dekat lagi, sehingga mereka tidak lari kalau punya keluhan ke bank emok,” tegasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












