Kesaksian Andi Nurdin Turut Tumpas PKI, Begini Ceritanya!

Jumat, 30 September 2022 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Andi Nurdin (85), seorang veteran turut terlibat penumpasan antek-antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Kini, sang pejuang kelahiran Sulawesi Selatan itu tinggal di Jalan Pelda Suryanta, RT. 01/05, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Kepada jurnalsukabumi.com Jumat (30/09/2022), Andi mengaku terlibat membumihanguskan PKI pada tahun 1966 di Kalimantan Barat.

Kala itu, Andi mengisahkan tengah bertugas menjadi Intelijen di Batalyon Infanteri 310/Kidang Kencana, Ia bersama pasukan lainnya ditugaskan ke Kalimantan Barat untuk menumpas antek-antek PKI.

Andi Nurdin, veteran kelahiran Sulawesi Selatan yang kini menetap di Jalan Pelda Suryanta, RT. 01/05, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Dalam tugasnya tersebut, 11 prajurit Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana gugur dalam pertempuran sengit dengan PKI di Sungai Sekayam. Sebuah sungai di Kalimantan, tepatnya Provinsi Kalimantan Barat, yang merupakan anak sungai dari Sungai Kapuas.

“Kalau itu memang musim-musim PKI, dari 310 itu ada 11 orang korban. Jadi yang meninggal, karena PKI di Kalimantan juga dilengkapi senjata api, sempat saling adu tembak di daerah Kalimantan Barat sungai sekayam,” kata Andi saat ditemui di kediamannya, Jumat (30/9/2022).

Andi menyampaikan, Operasi penumpasan PKI di Kalimantan Barat pada tahun 1966 itu cukup membutuhkan waktu 7 bulan untuk menyelesaikannya.

“Dari hasil operasi penumpasan PKI, kita mendapat 250 pucuk senjata hasil rampasan dari PKI, dalam 7 bulan itu diselesaikan, 310 itu Istimewa, pasukan lain 1 tahun kita 7 bulan,” ungkapnya.

Dalam keberhasilan penumpasan PKI di Kalimantan Barat, Ia menyebut Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana menerapkan operasi pagar betis.

“Selama 7 bulan itu kita kepung di setiap gunung-gunung yang ada di Kalimantan Barat, setiap hari dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore kita jalan kaki untuk mencari antek-antek PKI itu. Mau hujan panas kita jalan terus sampai sepatu habis (rusak),” jelasnya.

Labih lanjut Andi menerangkan, setelah keberhasilan operasi penumpasan antek-antek PKI di Kalimantan Barat, Ia kemudian ditugaskan sebagai pengawal Jenderal Besar TNI Dr. Abdul Haris Nasution yang saat itu Nasution dilantik menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS).

“Nah saya jadi salah satu pengawalnya untuk memastikan keamanan Pak Nasution, ibaratnya kalau dia diracun atau apapun yang menimpa Pak Nasution itu saya yang mati duluan,” paparnya.

Sampai akhirnya Jenderal Soeharto ditetapkan sebagai pejabat presiden pada 12 Maret 1967, Andi berujar memilih untuk pensiun dini dan menetap di Sukabumi.

“Saya punya anak 2 cucu 2, sekarang tinggal di rumahnya bersama menantu kalau anaknya jadi Dosen di Makassar. Alhamdulillah saya mendapatkan 2 penghargaan dari Pemerintah yakni penghargaan Dwikora dan jasa di Kalimantan sebagai penumpasan PKI, setiap bulan dapat uang pensiunan,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?
Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota
Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:55 WIB

Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:38 WIB

Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil

Berita Terbaru