Anak Pengidap Penyakit Komplikasi Harus Dirujuk ke Jakarta, Ini Penjelasan Dokter RSUD Palabuhanratu

Senin, 26 September 2022 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dokter Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Palabuhanratu menjelaskan kondisi Khalila, anak tujuh tahun pengidap penyakit komplikasi. Dokter menegaskan penanganan medis Khalila harus di rujuk ke rumah sakit spesialis jantung anak di Jakarta.

Khalila masih mendapatkan penanganan intensif di RSUD Palabuhanratu. Tim medis rumah sakit milik Pemkab Sukabumi ini terus berupaya yang terbaik untuk kesembuhan Khalila.

“Jadi pasien Khalila itu mengidap ada PSD atau gangguan jantung atau penyakit jantung. Kemudian ada GEA atau mencret, kemudian ada BPnya,” ujar dr Adha Prawitasari Kasi Pelayanan Medis RSUD Palabuhanratu, Senin (26/9/2022).

Rencananya, anak dari pasangan suami istri Siska Amelia (27) dan Nurkamil (31) ini bakal dirujuk ke rumah sakit khusus spesialis jantung anak di Jakarta.

“Kalau dari kami, ada rencana untuk dirujuk. Pasien ini juga satu bulan lalu sudah pernah masuk dengan kondisi yang tidak jauh berbeda dengan saat ini,” kata dia.

Adha mengatakan, selain penyakit komplikasi, anak tersebut masuk ke deretan stunting. Namun bila penyakit penyerta bisa ditangani, stunting itu pun bisa sembuh.

“Stunting ini adalah merupakan suatu rangkaian jadi tidak berdiri sendiri kerana ada penyakit penyerta juga. Kami berharap ketika penyerta bisa kita tangani dengan baik, stunting nya pun akan membaik,” tuturnya.

Apalagi lanjut Adha, pemerintah daerah gencar gencarnya menangani stunting diseluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Jadi kami berharap pasien ini pun juga akan mendapatkan perhatian lebih banyak lagi dari pemerintah kabupaten dan seluruh lapisan masyarakat,” paparnya.

Ia menginginkan, pusat pelayanan di ibukota Kabupaten Sukabumi dapat menangani pasien dengan kondisi seperti Khalila sehingga seluruhnya dapat tertangani tanpa ada rujukan apapun.

“Harapan kami sebagai rumah sakit yang ada di Palabuhanratu, kami bisa menangani pasien pasien seperti khalila ini,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Berita Terbaru