JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati, H. Iyos Somantri menyebut, bahwa wisuda guru ngaji merupakan momen penting dan bersejarah terutama bagi para peserta wisuda. Tema wisuda guru ngaji tahun ini, “Hikmatku pada Al Quran, Takzimku pada Guru Ngaji”.
“Harus diingat, sebagai guru ngaji bukan hanya dinilai dari gelar yang disandang, tapi lebih dari itu akan dinilai oleh masyarakat dari cara berpikir, berprilaku, dan bertindak,” kata Iyos, saat menghadiri acara wisuda guru ngaji dengan metodologi Iqra angkatan ke- 2, di Hotel Augusta Cicantayan, Minggu, (18/09/22).
Iyos berharap, semua peserta wisuda memiliki kompetensi bacaan dan penguasaan metode mengajar sebagai guru ngaji juga meningkatnya literasi sesuai tuntutan profesionalitas serta memiliki integritas keagamaan yang kuat. 
“Harapan besar kita kepada guru ngaji mampu menjadikan dirinya sebagai bagian dari SDM cerdas yang mampu membangkitkan dan menguatkan semangat mempelajari Alquran tanpa kenal lelah. Rela mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran bahkan material demi tujuan yang mulia,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, wabup juga menandatangani prasasti dan pengguntingan pita sebagai tanda launching rumah ngaji Indonesia. Dilanjutkan dengan penyerahan wakaf Alquran kepada Ketua KTT Alquran Kabupaten Sukabumi.
Beberapa penghargaan lain juga diserahkan wabup diantaranya penghargaan dari peningkatan Mutu Pendidikan Alquran Indonesia (MPAI)
kepada Siti Fauziah dan Muhammad Hasbi juga penghargaan kepada Hasanah sebagai guru ngaji seumur hidup.
Panitia wisuda guru ngaji, H. Mustafa Kamal menjelaskan, wisuda guru gaji pada 2022 tersebut, diikuti sebanyak 148 wisudawan dan wisudawati. Dimana dari sisi jumlah, meningkat dari tahun 2021.
“Rencana ke depan, setiap tahun akan diadakan dua kali wisuda guru ngaji sebagai kolaborasi dengan pemerintah untuk mensukseskan terwujudnya masyarakat yang religius, maju, inovatif, sejahtera lahir dan batin.
Redaktur: Usep Mulyana












