Muraz: Pendidikan Pancasila Kembali Diajarkan di Semua Jenjang Pendidikan Formal Tahun Depan

Minggu, 18 September 2022 - 13:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Mohamad Muraz, mengatakan pendidikan Pancasila akan kembali diajarkan di semua jenjang pendidikan formal pada tahun ajaran 2023 tahun depan. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sudah melaunching kurikulum atau bahan ajar untuk pendidikan Pancasila.

Hal tersebut diungkapkan Muraz usai mengisi sosialisasi empat pilar di Kampus Institut Madani Nusantara Kota Sukabumi, Minggu 18 September 2022. Ia menilai hal tersebut sebagai hal yang patut disyukuri.

“Saya sering menyampaikan ke BPIP, bahwa kita harus sudah menyusun kembali kurikullum pendidikan pancasila untuk pendidikan pendidikan formal. Dan alhamdulillah BPIP sudah melaunching,” kata anggota Komisi II DPR RI ini.

Berdasarkan keterangan BPIP, lanjut Muraz, pendidikan Pancasila akan dimulai pada tahun ajaran 2023. Pendidikan Pancasila diberlakukan di semua jenjang, dari sekolah dasar hingga menengah atas.

Muraz menegaskan, pendidikan Pancasila sangat penting untuk kembali diajarkan kepada para pelajar. Pengetahuan dasar negara, kata Muraz, harus bisa dipahami dan diamalkan oleh warga negara.

“Ini kan mengenai dasar negara dan harus diketahui, dimengerti, hingga akhirnya dipahami dan diamalkan oleh warga negara. Kalau warga negaranya enggak tahu, kita akan berkutat di baik buruknya dasar negara. Enggak akan ada kemajuan,” tegas Muraz.

Di sisi lain, Muraz bersyukur dengan adanya rencana ini di tahun ajaran mendatang. Pemerintah sudah merespon salah satu usulan yang krusial yakni pendidikan Pancasila.

“Komisi II, kita bicara terus agar mereka menyusun kurikulum, dan sudah direspon oleh pemerintah. Pendidikan Pancasila menjadi kurilkulum ini patut saya syukuri,” tukasnya.

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Usulan Revitalisasi PAUD Mandek, Asep Rizwan Siapkan Dorongan ke Dinas Pendidikan
Leni Liawati Ungkap Dampak BPJS Nonaktif, Warga Sakit Terbebani Tunggakan Rp875 Ribu
Hamzah Gurnita Bongkar Keluhan Warga soal BPJS, Sudah Bayar Denda Masih Terbebani
KDM Sebut Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS, DPRD Ungkap Juknis RS Belum Jelas
Dana Bagi Hasil Provinsi Turun Rp7,4 Miliar, DPRD Dorong Anggaran Fokus ke Kebutuhan Warga
Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS
DPRD Sukabumi Bedah Evaluasi Gubernur, Arah Belanja Perubahan APBD 2026 Kembali Dibahas
Tiga Ancaman Wilayah di HUT ke-81, Dewan Hamzah Tarik Pesan Panglima TNI ke Sukabumi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Usulan Revitalisasi PAUD Mandek, Asep Rizwan Siapkan Dorongan ke Dinas Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Leni Liawati Ungkap Dampak BPJS Nonaktif, Warga Sakit Terbebani Tunggakan Rp875 Ribu

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Hamzah Gurnita Bongkar Keluhan Warga soal BPJS, Sudah Bayar Denda Masih Terbebani

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:57 WIB

KDM Sebut Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS, DPRD Ungkap Juknis RS Belum Jelas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Dana Bagi Hasil Provinsi Turun Rp7,4 Miliar, DPRD Dorong Anggaran Fokus ke Kebutuhan Warga

Berita Terbaru