JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Dewan Pakar Pemuda Tani Indonesia, Bayu Dwi Apri Nugroho menyampaikan, digitalisasi pertanian dinilai menjadi faktor penting di era disrupsi saat ini.
Sehingga, ke depan harus memiliki teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas, sebuah teknologi yang membantu petani dari mulai tanam hingga pemasaran.
“Hal ini juga bisa menjadi solusi pertanian ke depan termasuk menarik minat generasi muda terjun ke dunai pertanian,” ujar Bayu dalam keteranganya yang diterima jurnalsukabumi.com, Jumat (16/09/2022).
Satu di antaranya, kata dia, Pemuda Tani Indonesia akan meluncurkan aplikasi yang dapat mengetahui kondisi cuaca antara lain curah hujan, suhu, kelembaban, kecepatan dan arah angin, serta kondisi tanah yang meliputi pH, suhu, kelembaban, lengas tanah, unsur hara dan kandungan NPK serta dapat memberikan rekomendasi waktu pemupukan, penyiraman, pemberian pestisida.
“Aplikasi ini juga terkoneksi dengan handphone dengan menyediakan fitur identifikasi hama penyakit tanaman, edukasi dan forum komunikasi diantara petani serta konsultasi online dengan expert pertanian dari mulai proses tanam sampai proses penjualan hasil tani,” jelas Bayu.
Senda, ditambahkan, Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia, Suroyo. Ia menekankan, sesuai arahan arahan Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono bahwa perlu transformasi teknologi dalam pertanian Indonesia dan sebagai organisasi yang fokus pada regenerasi petani.
“Kami akan meluncur aplikasi yang dapat mempermudah para kader dalam berusaha,” sambungnya.
Suroyo juga menegaskan, tahap awal Pemuda Tani Indonesia akan membuat lahan percontohan berbasis teknologi yang akan menjadi etalase dan pusat pelatihan sehingga para kader bisa belajar dan bisa mengembangkan di daerahnya masing-masing.
“Serta, ke depannya bisa menjadi tempat belajar anak-anak muda yang ingin belajar pertanian, termasuk teknologi yang ada dipertanian,” sambungnya.
Turut hadir dalam rapat kordinasi jajaran pengurus DPP Pemuda Tani Indonesia diantaranya Wasekjend OKK M. Arief A Bisma, Wasekjend Perikanan & Kelautan Prasetya Adhi Patria, Ketua Bidang Pelatihan Ilham Romadona, Sekretaris Bidang Kerjasama Luar Negeri Achmad Tuki, Sekretaris Bidang Hortikultura Dafa Yudha dan Direktur Eksekutif Benny Rivaldy.
Redaktur: Ujang Herlan











