JURNALSUKABUMI.COM – Kenaikan harga BBM sangat berdampak pada sektor transportasi, tak terkecuali ojek online. Di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, ojek online meminta agar kenaikan harga BBM juga bisa diikuti dengan kenaikan tarif.
Seperti yang diungkapkan Sopyan Andi (31), salah seorang ojol di Cibadak. Ia menginginkan manajemen aplikasi ojol memberlakukan penyesuaian tarif sesuai dengan kenaikan harga BBM.
“Kalau bisa ongkosnya dinaikin juga, sesuailah dengan harga BBM. Sekarang mah tiga orderan paling dapet Rp 25 ribu,” kata Sopyan ditemui saat mangkal di sekitaran Kantor Kecamatan Cibadak, Selasa (6/9/2022).
Ia mengatakan, kebutuhan untuk membeli BBM meningkat seiring dengan kenaikan harganya. Hal itu juga dipersulit dengan kondisi orderan yang sepi.
“Sekarang mah jangankan buat BBM, dipake di jalan untuk makan sama rokok juga habis,” jelasnya.
Pengemudi ojol lainnya, Dasep Saepudin (35 tahun), mengaku pendapatannya merosot tajam. Sebelum BBM naik, Ia bisa mendapat Rp 100 ribu per hari
“Sekaeang paling Rp 25 ribu. Mana harga bensinnya malah naik lagi,” kata dia.
Dasep juga tidak memungkiri bahwa akhir-akhir ini orderan ojol sangat sepi. Dalam sehari, paling-paling Dasep cuma narik tiga kali saja.
Reporter: Ifan | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












