Diduga Dijual Oleh Agen Seharga Rp 59 Juta, Pria Asal Citamiang Ingin Dipulangkan dari Laos

Rabu, 24 Agustus 2022 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pria berinisial AF (28) asal Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi mengungkapkan kondisi terkini di Laos. Diketahui, ia dan satu orang temannya inisial GG (27) diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke negara itu.

AF mengungkapkan, jika ingin kembali ke tanah air, mereka harus menyiapkan uang sebesar US$ 4.000 atau sekitar Rp 59 juta. Ia menyebut, besaran itu, didapat saat agen menjual mereka ke perusahaan.

“Keukeuh perusahaan minta ganti rugi sebesar US$ 4.000 karena perusahaan teh itu jadi ngeluarin duit US$ 4.000 sesuai harga beli kita dari agen. Jadi agen ngejual kita seharga itu, perusahaan keukeuh minta uang segitu,” tutur AF dalam pesan suara yang diterima, pada Rabu (24/8/2022).

AF juga mengatakan, kondisinya masih belum berubah sejak sepekan lalu. Dirinya masih ‘disekap’ di sebuah apartemen tempatnya bekerja. Mereka tak diberi akses untuk keluar apartemen sejak menginjakkan kaki di sana.

“Di sini saya kondisi alhamdulillah, tapi masih ditahan. Makan dikasih tapi air beli, di sini juga kalau misalkan air kisaran harga 3 – 18 yuan,” jelas dia.

Dia menyebut, lokasinya saat ini masih di Golden Triangle Special Economic Zone Getaway, Ton Pheung, Laos. AF pun meminta pertolongan agar KBRI menanggapi permohonannya untuk dipulangkan ke Indonesia.

“Saya berharap ada pihak KBRI dan pemerintah cepat membantu kita. Soalnya bisa dibilang banyak yang nggak betah, kerjanya dari jam 12 malam sampai jam 12 siang,” terangnya.

Dia mengaku khawatir jika tidak segera diambil tindakan, ia dan temannya akan dipindahkan ke perusahaan atau negara lain. Terlebih, bekal hidup mereka di Laos kian menipis.

“Bekal paling buat beli air saja dicukup-cukupin. Kalau dari pihak KBRI katanya sudah diproses cuman masih lama. Takutnya kalau misalkan kelamaan, perusahaan enggak mau nampung, terus takutnya saya dioper ke perusahaan lain,” tandasnya.

Sebagai informasi, kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) itu bermula saat kedua pria itu mendapatkan penawaran kerja di Thailand.

Namun, alih-alih bekerja di negara gajah putih, keduanya ternyata dipindahkan ke Laos melalui jalur darat. Di Laos, mereka bekerja untuk sebuah perusahaan semacam trading. Alat komunikasi dan akses ke luar apartemen juga ditutup.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jawa Barat Jejen Nurjanah menyebut, kasus tersebut sudah ditangani oleh Mabes Polri dan didampingi oleh Migran Care.

“Berdasarkan rapat koordinasi SBMI Jawa Barat bersama International Organization for Migration (IOM) di Bogor kemarin, bahwa kasus TPPO asal warga Cisaat ke Negara Laos itu kini sudah ditangani oleh Mabes Polri,” ucapnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru