JURNALSUKABUMI.COM – Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyebut masih banyak kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang rusak hingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Kejadian terakhir terjadi di SMPN 1 Jampangtengah, sebanyak 2 ruang kelas rusak hingga akan ambruk terjadi sejak 3 tahun yang lalu. Kondisi itu membuat para siswa harus pindah belajar ke ruang perpustakaan.
Saat diminta tanggapan perihal itu, Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, bahwa terjadinya kerusakan bangunan sekolah terkait persoalan managemen sekolah yang kurang proaktif atau juga kerja sama dengan komite yang kurang terjalin.
“Contohnya kalau manajemen sekolah tidak berjalan, bocor sedikit dibiarkan, ini menjadi penyebab hancurnya bangunan. Kita sudah perintahkan kepada kepala dinas di mana sekolah yang tidak terpelihara secara baik, misal genteng turun saja nggak dibenerin, ganti kepala sekolahnya,” kata Marwan kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (20/8/2022).
Marwan menilai kerusakan sekolah yang terjadi hampir di seluruh daerah ini, akibat tidak pedulinya pimpinan di tempat tersebut, dan membiarkan berlarut-larut. “Songhak saeutik (rusak sedikit), itu kan air ga bisa ditahan, akhirnya kayu hancur,” ujar dia.
Karena itu lanjut Marwan, pihaknya akan mengevaluasi, dan membuat tim untuk menginventarisir semua aset SD dan SMP mana yang paling utama dan harus diperbaiki secepatnya.
“Kemarin itu anggarannya terkendala Covid-19, ini mudah-mudahan 2023 tidak ada persoalan Covid-19 lagi, ini akan mengejar infrastruktur pendidikan, kesehatan dan infrastruktur jalan yang tertinggal selama 2 tahun,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












