JURNALSUKABUMI.COM – Ide membuat replika pocong ‘nagkring’ di tengah kuburan atau tempat pemakaman umum (TPU) menjadi pilihan anti mainstream warga Pangkalan. Aksi warga tepat di Jalan Widya Karma, Kampung Pangkalan RT 03 RW 06, Kelurahan Sudajayahilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Kegiatan digelar dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-77.
Ketua RW 06 Aceng (36) menyebut, jika keberadaan pocong nangkring itu kerap dibuat kala menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tahun ini, hanya ada tiga pocong yang dibuat.
“Iya, memeriahkan kemerdekan, biasanya tahun-tahun sebelumnya banyak, tahun 2021 kemarin ada 9 Pocong di pemakaman Pangkalan ini,” kata Aceng kepada jurnalsukabumi.com saat ditemui di lokasi, Minggu (15/8/2023).
Aceng berujar, keberadaan ketiga pocong tersebut sudah terpasang sejak 7 Agustus 2022. Bahannya terbuat dari pohon hanjuang kemudian ditutup kain kafan dan mukena bekas lalu diikat menggunakan tali, sampai menyerupai bentuk pocong.
“Paling 20 hari, tanggal 19 nanti dibongkar. Itu kainnya ada yang dari kain kafan, yang duanya dari mukena, yang jelas ini bukan untuk menakut-nakuti warga. Disini juga mendukung semua, Malahan waktu camat ke sini bilang ‘hebat inisiatif sendiri’. Pak Wali Kota juga sempet lihat tahun kemarin,” tutur dia.
Selain dalam rangka menyambut HUT RI, menurutnya keberadaan pocong-pocong itu dinilai sebagai pengingat terhadap kematian.
“Mengingatkan, Sifatnya manusia pasti berpulang semua. Itu salah satu pesan, untuk penampakan disini tidak ada, Saya hampir 15 tahun nggak pernah ada. Tapi tahun kemarin ada yang cerita bikin 9 tapi ternyata 10 mungkin halusinasi saja itu mah,” imbuhnya.
Bagi warga sekitar, tentu keberadaan pocong itu bukanlah sesuatu yang mengagetkan. Namun, bagi warga yang baru melintasi area tersebut tak ayal akan dibuat kaget.
Salah satu penuturan itu terlontar dari seorang warga Citamiang, Nurfalah Ramdan (25), dia mengungkapkan dibuat kaget saat melewati Jalan Widya Karma karena melihat ada pocong nangkring di siang bolong.
“Pas saya lewat saat hujan tadi kaget lihatnya dikira beneran, pas saya berhenti ternyata pocong-pocongan,” singkatnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Usep Mulyana












