JURNALSUKABUMI.COM – Raut wajah sumringah terpancar dari pasangan Sawinta (47) dan Iyat (37) warga Kampung Potongan, RT 05/09, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Pasalnya, pasangan keluarga yang dikaruniai dua anak yang masih berusia remaja ini mendapat bantuan dari Kemensos RI (Kementrian Sosial Republik Indonesian). Bantuan disampaikan melalui perwakilan sentra Palamarta di Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/8/2022).
Seperti diketahui, Sawinta yang keseharian berprofesi sebagai pemetik daun bambu untuk alas ikan pindang ini hidup dalam serba keterbatasan, dan tinggal di rumah tidak layak huni. Sawinta adalah penyandang disabilitas fisik.
“Senangg tiada tara, Alhamdulillahirabbilalamin, ada bantuan ini itu, mudah-mudahan yang mengajukan dan yang memberi diberi kesehatan, barokah, banyak rizkinya, domba yang di kasihkan semoga menghasilkan banyak anaknya,” ujar Sawinta.
Terlihat tidak henti hentinya Sawinta, mengucap rasa syukur dan ungkapan terimakasih kepada perwakilan dari Kemensos. Bantuan yang diterimanya tidak hanya Kambing, namun juga peralatan dapur serta pakaian serta pembuatan kandang kambing.
“Alhamdulillah, katanya mau perbaiki rumah juga, tadi sudah dengar katanya satu minggu harus jadi, terimakasih pak kades yang telah membantu dan kementrian sosial juga kepada yang lain yang turut membantu,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Palamarta Sukabumi Resta Siahaan mengungkapkan kedatangannya kekediaman Sawinta merupakan yang kedua tersebut tindak lanjut dari kunjungan yang pertama sebelumnya beberapa waktu lalu.
“Kami dari kementrian sosial melalui sentra palamarta di sukabumi, kami mengunjungi keluarga pak Sawinta di Desa Tonjong, terkait adanya laporan dari media bahwa beliau seorang penyandang disabilitas fisik dengan kesehariannya sebagai pencari daun bambu sebagai alas ikan pindang,” timpalnya.
“Kami melakukan ini kunjungan yang kedua, untuk tindak lanjutnya, kami memberikan bantuan berupa ternak kambing sebannyak tiga ekor, serta pembuatan kandangnya,” sambungnya.
Adapun bantuan yang sudah berikan, lanjut Resta berupa paket makan siap saji, peralatan dapur dan pakaian, dan untuk kunjungan yang pertama, pihaknya membawa bantuan kebutuhan hidup layak berupa sembako dan perlengkapan untuk Sawinta membuat anyaman bambu.
“Jadi untuk rencana selanjutnya melihat rumah pak Sawinta yang masih dalam kondisi terbuat dari bilik bambu dan ada beberapa yang sudah bocor dan dindingnya sudah tidak layak kami mengajukan untuk ada proses Rutilahu,” terangnya.
“Kami bekerja sama dengan kepala desa Tonjong dalam pembuatan profosal dan RAB untuk pembuatan rutilahu pak Sawinta,” imbuhnya.
Pantauan dilapangan kondisi rumah Sawinta berdindingkan anyaman bambu sebagian sudah rusak dan atap rumah juga sebagian mengalami rusak dan jika hujan bocor bahkan rumah terlihat sudah miring nyaris roboh.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












