JURNALSUKABUMI.COM – Pertandingan sepakbola antar kampung (tarkam) di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, berujung ricuh. Peristiwa kerusuhan itu terekam kamera, dan menyebar di aplikasi perpesanan.
Informasi yang didapat, pertandingan sepakbola itu merupakan babak final untuk memperebutkan kejuaraan kecamatan yang mempertemukan antara tim Desa Sasagaran dan tim Desa Jambenenggang di Lapang Bojongringkung (Boring), pada Selasa (2/7/2022) sore.
Pada video itu terlihat massa berkerumun memadati Jalan Cagak Bojonggaling hingga memicu keributan. Di tengah situasi tersebut, seorang pria dengan pakaian berwarna biru terlihat mengacungkan senjata, dan mengeluarkan tembakan.
Kapolsek Kebonpedes IPTU Tommy Ganhany Jaya Sakti menuturkan, peristiwa kericuhan pada turnamen sepak bola tersebut bermula saat penonton yang diduga melakukan provokatif saat berlangsungnya pertandingan.
“Kejadiannya saat final turnamen sepak bola pada Selasa (02/08) sore, tepatnya sekira pukul 17.30 WIB,” kata Tommy saat ditemui jurnalsukabumi.com, pada Rabu (03/08).
Tommy mengatakan, pihaknya telah menghimbau kepada penyelenggara agar mengurus perizinan sampai ke tingkat Polres. Sementara dirinya sebagai penanggungjawab kondusifitas wilayah Kebonpedes, tidak menyarankan penyelenggaraan kegiatan tersebut karena rawan terjadi gangguan kamtibmas.
“Kami juga sudah merekomendasikan kegiatan tersebut untuk tidak dilaksanakan, karena pertama memang kita masih pandemi. Kemudian keduanya pertandingan itu saya kira akan menimbulkan kerawanan Kamtibmas di wilayah hukum Polsek,” ujarnya.
Dia pun menerangkan, kejadian itu didahului dengan adanya himbauan dari para personel yang berjaga. Baik secara persuasif maupun verbal dengan pengeras suara untuk masa penonton agar segera membubarkan diri.
“Namun nyatanya ada beberapa kelompok memang provokatif sehingga tidak digubris himbauan kami. Sehingga petugas kami mengeluarkan tembakan peringatan ke atas udara, tujuannya adalah untuk membubarkan masa. Dan setelah itu masa dapat membubarkan dengan tertib, sehingga tidak terjadi konflik secara fisik,” jelas dia.
Menurutnya, kericuhan tersebut berlangsung saat pertandingan hampir usai. Sehingga, terpaksa dibubarkan. Sementara, untuk kejuaraan pihaknya menyerahkan keputusan itu kepada panitia, namun ia menegaskan tidak ada menyarankan kelanjutan pertandingan karena memicu kerawanan.
“Karena ini memang memicu konflik nanti mungkin terserah panitia mau menetapkan juara bersama atau gimana. Yang jelas pertandingan ini tidak akan dilanjutkan karena memicu kerawanan. Dan tindakan yang dilakukan oleh anggota kami saya kira sudah benar sesuai dengan Perkap nomor 1 tahun 2009 Tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan kepolisian Sesuai dengan pasal 1 ayat 2,” tutur dia.
Lebih lanjut dia menambahkan, peristiwa kericuhan itu dapat dicegah sehingga tidak sampai menimbulkan kontak fisik antar massa. Ia pun menghimbau agar masyarakat dalam memeriahkan HUT RI ke 77, untuk tetap menjaga kondusifitas, persatuan, dan kesatuan.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












