JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri, mengapresiasi Dinas Kesehatan yang bergerak cepat melakukan langkah penyelamatan korban keracunan masal yang terjadi di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap. Berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, dari 176 korban, hanya 12 orang yang dirujuk ke RSUD Jampanngkulon. Dia berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
“Itu sedang diselidiki atau di investigasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk mengetahui apa penyebabnya keracunan tersebut,” kata Iyos kepada awak media.
Iyos menuturkan, keracunan ini merupakan kategori kejadian luar biasa (KLB). Menurutnya, kasus ini bukan yang pertama kali terjadi di Kabupaten Sukabumi. “Iya, ini memang kejadian luar biasa dan ini merupakan kejadian yang tidak bisa ditolerir,” jelasnya.
Dia menambahkan, hampir setiap tahunnya terjadi kasus seperti ini, di wilayah Kabupaten Sukabumi. Untuk itu, upaya preventif agar kasus serupa tidak terulang kembali, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sudah melakukan berbagai upaya melalui Dinas Kesehatan dan jajarannya.
“Kita sudah sering mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat mengkonsumi makanan hajatan, mungkin ini ada something wrong atau semacam kesalahan sebagai manusia,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Upaya dan Pembiayaan Kesehatan (UPK) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi menyebut, jumlah keracunan massal Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap sampai hari ini jumlahnya ada 176 orang. Dimana 12 diantaranya warga yang telah di rujuk ke Rumah Sakit Jampangkulon.
“Untuk sisanya, ditangani di posko kesehatan Puskesmas Ciracap. Namun, untuk saat ini bagi korban yang sudah ditangani di Puskesmas Ciracap kebanyakan sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Kecuali kalau misalkan mereka mengalami gejala keracunan cukup parah, baru kita rujuk ke Rumah Sakit Jampangkulon,” kata Masykur Alawi,
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Uaep Mulyana












