Wabup Apresiasi Dinkes dalam Penanganan Medis Korban Keracunan Masal di Ciracap

Minggu, 31 Juli 2022 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri, mengapresiasi Dinas Kesehatan yang bergerak cepat melakukan langkah penyelamatan korban keracunan masal yang terjadi di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap. Berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, dari 176 korban, hanya 12 orang yang dirujuk ke RSUD Jampanngkulon. Dia berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Itu sedang diselidiki atau di investigasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi untuk mengetahui apa penyebabnya keracunan tersebut,” kata Iyos kepada awak media.

Iyos menuturkan, keracunan ini merupakan kategori kejadian luar biasa (KLB). Menurutnya, kasus ini bukan yang pertama kali terjadi di Kabupaten Sukabumi. “Iya, ini memang kejadian luar biasa dan ini merupakan kejadian yang tidak bisa ditolerir,” jelasnya.

Dia menambahkan, hampir setiap tahunnya terjadi kasus seperti ini, di wilayah Kabupaten Sukabumi. Untuk itu, upaya preventif agar kasus serupa tidak terulang kembali, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sudah melakukan berbagai upaya melalui Dinas Kesehatan dan jajarannya.

“Kita sudah sering mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat mengkonsumi makanan hajatan, mungkin ini ada something wrong atau semacam kesalahan sebagai manusia,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Upaya dan Pembiayaan Kesehatan (UPK) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi menyebut, jumlah keracunan massal Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap sampai hari ini jumlahnya ada 176 orang. Dimana 12 diantaranya warga yang telah di rujuk ke Rumah Sakit Jampangkulon.

“Untuk sisanya, ditangani di posko kesehatan Puskesmas Ciracap. Namun, untuk saat ini bagi korban yang sudah ditangani di Puskesmas Ciracap kebanyakan sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Kecuali kalau misalkan mereka mengalami gejala keracunan cukup parah, baru kita rujuk ke Rumah Sakit Jampangkulon,” kata Masykur Alawi,

Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Uaep Mulyana

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru