Waspada Cacar Monyet Dinkes Kota Sukabumi Imbau Awasi Hewan Peliharaan

Kamis, 28 Juli 2022 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jawa Barat menetapkan tahap kewaspadaan pada penyebaran cacar monyet. Seperti diketahui, virus tersebut tengah masif menyebar di beberapa negara.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, memastikan sejauh ini belum ada kasus paparan cacar monyet. Informasi tersebut disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Wahyu Handriana.

Wahyu mengatakan, agar warga tetap waspada namun jangan sampai panik, dan mempelajari penularan virus juga penangannya.

“Kalau cacar monyet sampai hari ini kita masih dalam tahap kewaspadaan aja. Yang jelas untuk kasus cacar monyet itu penularan dari binatang, dari hewan peliharaan kepada kita yang bisa langsung melalui kontak,” kata Wahyu di sela kegiatan vaksinasi Covid19 di Gedung Juang, Kamis (28/7/2022).

Dia menjelaskan, cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya, seperti pada kasus cacar air. “Hanya berkelompok saja dia. Memang seperti menyeramkan tapi tidak terlalu membahayakan. Cuman kalau itu menular pada ibu yang sedang hamil, itu bisa menular kepada plasenta,” jelas Wahyu.

Dia pun menyarankan kepada warga yang memiliki hewan peliharaan dari berbagai jenis, agar selalu memperhatikan kesehatan dan kebersihan. “Bukan monyet saja, karena itu virus, terus kalau masak daging segala macam tolong dimasak hingga matang,” ujar dia.

Lanjut Wahyu, dalam penanganan cacar monyet lebih banyak menggunakan metode simtomatik atau pengobatan yang bertujuan untuk mengurangi keluhan. Tanpa melihat penyakit utama yang menyebabkan keluhan tersebut timbul.

“Kalau demam dikasih obat demam, kalau ada physical atau bintik-bintik itu dibiarkan jangan dipecahkan karena itu jadi berisiko terjadinya infeksi. Itu kaya cacar air sembuh dengan sendirinya 3-4 hari kemudian, tidak perlu ke rumah sakit, kalau tidak ada komplikasi lain,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ketua SMSI Sukabumi Raya Kecam Dugaan Intimidasi Kurir oleh Oknum Mengaku Wartawan
DPPKB Kabupaten Sukabumi Gelar Jambore Kader IMP, Perkuat Program Bangga Kencana
Ribuan Nasabah Serbu Tahara BPR Sukabumi Cabang Cikembar
KPH Perhutani Sukabumi Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem
Partisipasi Donor Darah, RAI Hergun Diganjar Penghargaan PMI Kota Sukabumi
Proyek DAK Air Minum Setengah Miliar di Caringin “Bobrok”, Disperkim Kecolongan?
PWI Kabupaten Sukabumi Matangkan Persiapan Konferensi, Koordinasi ke PWI Jabar
Tinjau Samsat Cibadak, Bupati Sukabumi Dukung Kebijakan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Pemilik Lama

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 21:48 WIB

Ketua SMSI Sukabumi Raya Kecam Dugaan Intimidasi Kurir oleh Oknum Mengaku Wartawan

Sabtu, 18 April 2026 - 09:19 WIB

Ribuan Nasabah Serbu Tahara BPR Sukabumi Cabang Cikembar

Jumat, 17 April 2026 - 21:15 WIB

KPH Perhutani Sukabumi Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem

Jumat, 17 April 2026 - 20:02 WIB

Partisipasi Donor Darah, RAI Hergun Diganjar Penghargaan PMI Kota Sukabumi

Jumat, 17 April 2026 - 17:07 WIB

Proyek DAK Air Minum Setengah Miliar di Caringin “Bobrok”, Disperkim Kecolongan?

Berita Terbaru

HEADLINE

Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:57 WIB

EKBIS

Tahara BPR Sukabumi Cicurug Tetap Jadi Primadona

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:17 WIB

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777