JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mendampingi Badan Informasi Goespasial (BIG) untuk melakukan pemetaan dan kajian cepat perihal sejumlah lokasi rawan longsor yang tersebar di Kabupaten Sukabumi.
“Pemetaan bencana longsor ini, bermula saat BIG memperoleh informasi dari BNPB berkaitan dengan bencana longsor yang ada di Kabupaten Sukabumi. Mereka (BIG red) meminta pendampingan kepada kita untuk melakukan pemetaan cepat dalam rangka upaya mitigasi bencana alam,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Arianja Hasbulwafi, kepada jurnalsukabuki.com, Rabu (6/7/22).
Arianja Hasbulwafinmengatakan telah mendapangi BIG untuk meninjau dan menentukan beberapa daerah yang terjadi atau rawan bencana longsor. Ada tiga kecamatan dan empat desa yang ditentukan oleh BIG untuk pemetaan kajian cepat.
“Diantaranya, Desa Cisarua Kecamatan Nagrak, Desa Palasari Hilir dan Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda serta Desa Cijurey Kecamatan Gegerbitung,” tuturnya
Dari semua lokasi yang dilakukan pemantauan itu, sambung Arianja, BIG sangat tertarik saat melakukan kajian di wilayah Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung. Pasalnya, mahkota atau potensi longsor di wilayah tersebut dampaknya cukup memprihatinkan.
“Terlebih lagi, lokasi bencana longsor di wilayah itu berada di Desa Ciengang. Sementara untuk wilayah yang terdampaknya berada di wilayah Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, ada sekitar dua ke RT-an yang berpotensi akan terdampak bencana longsor itu,” tandasnya.
Sementara untuk kajian di wilayah Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Nagrak, tidak terlalu signifikan walaupun bencana alam di wilayah tersebut potensinya telah mengancam jembatan. Bahkan, jika tergerus oleh air sungai karena longsoran dapat berdampak buruk terhadap aktivitas warga setempat.
“Ada sekitar 500 jiwa yang terancam terisolir, jika jembatan itu rusak. Namun BIG ini tidak terlalu tertarik di sana. Karena, sewaktu kita kesana juga sudah ada upaya untuk perbaikannya. Sementara untuk di Desa Cijurey Kecamatan Gegerbitung belum sama sekali, ada upayanya,” bebernya
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












