BPBD Kabupaten Sukabumi Dampingi BIG Lakukan Pemetaan dan Kajian Lokasi Longsor

Rabu, 6 Juli 2022 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mendampingi Badan Informasi Goespasial (BIG) untuk melakukan pemetaan dan kajian cepat perihal sejumlah lokasi rawan longsor yang tersebar di Kabupaten Sukabumi.

“Pemetaan bencana longsor ini, bermula saat BIG memperoleh informasi dari BNPB berkaitan dengan bencana longsor yang ada di Kabupaten Sukabumi. Mereka (BIG red) meminta pendampingan kepada kita untuk melakukan pemetaan cepat dalam rangka upaya mitigasi bencana alam,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Sukabumi, Arianja Hasbulwafi, kepada jurnalsukabuki.com, Rabu (6/7/22).

Arianja Hasbulwafinmengatakan telah mendapangi BIG untuk meninjau dan menentukan beberapa daerah yang terjadi atau rawan bencana longsor. Ada tiga kecamatan dan empat desa yang ditentukan oleh BIG untuk pemetaan kajian cepat.

“Diantaranya, Desa Cisarua Kecamatan Nagrak, Desa Palasari Hilir dan Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda serta Desa Cijurey Kecamatan Gegerbitung,” tuturnya

Dari semua lokasi yang dilakukan pemantauan itu, sambung Arianja, BIG sangat tertarik saat melakukan kajian di wilayah Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung. Pasalnya, mahkota atau potensi longsor di wilayah tersebut dampaknya cukup memprihatinkan.

“Terlebih lagi, lokasi bencana longsor di wilayah itu berada di Desa Ciengang. Sementara untuk wilayah yang terdampaknya berada di wilayah Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, ada sekitar dua ke RT-an yang berpotensi akan terdampak bencana longsor itu,” tandasnya.

Sementara untuk kajian di wilayah Kecamatan Parungkuda dan Kecamatan Nagrak, tidak terlalu signifikan walaupun bencana alam di wilayah tersebut potensinya telah mengancam jembatan. Bahkan, jika tergerus oleh air sungai karena longsoran dapat berdampak buruk terhadap aktivitas warga setempat.

“Ada sekitar 500 jiwa yang terancam terisolir, jika jembatan itu rusak. Namun BIG ini tidak terlalu tertarik di sana. Karena, sewaktu kita kesana juga sudah ada upaya untuk perbaikannya. Sementara untuk di Desa Cijurey Kecamatan Gegerbitung belum sama sekali, ada upayanya,” bebernya

Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Viral! Pisang Lembek dalam Paket MBG Cikidang Tuai Perhatian Publik
Korwil BGN Sukabumi Tanggapi Delapan Tuntutan GCB, Siap Evaluasi dan Audit Dapur Cireundeu
Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli di Cibadak, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Pembersihan
Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Jalan Kampung Bojongkopi Longsor Empat Tahun Lalu, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:41 WIB

Viral! Pisang Lembek dalam Paket MBG Cikidang Tuai Perhatian Publik

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:51 WIB

Korwil BGN Sukabumi Tanggapi Delapan Tuntutan GCB, Siap Evaluasi dan Audit Dapur Cireundeu

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:41 WIB

Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli di Cibadak, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Pembersihan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:55 WIB

Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Berita Terbaru