Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Kota Sukabumi Meroket

Selasa, 5 Juli 2022 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jelang Hari Raya Idul Adha, harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Sukabumi mengalami kenaikan. Kenaikan harga terjadi karena meningkatnya permintaan.

Hasil pendataan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi menunjukan, kenaikan harga terjadi pada sejumlah jenis cabai.

Kepala Seksi Pengawasan Barang Diskumindag Kota Sukabumi, M Rifki menjelaskan merinci kenaikan harga cabai tersebut.  Cabai rawit merah naik dari Rp.100.000 jadi Rp.110.000, cabai  merah besar TW naik dari Rp.85.000 jadi Rp.90.000.

Kemudian, cabai merah besar lokal naik dari Rp.95.000 jadi Rp.100.000, cabai merah keriting naik dari Rp.85.000 jadi Rp.90.000 dan cabai rawit hijau naik dari Rp.80.000 jadi Rp.90.000 per kilogram.

“Kenaikan harga cabai ini terjadi karena meningkatnya jumlah permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha,” jelas Rifki melalui keterangannya, Selasa (5/7/2022).

Selain cabai, terdapat beberapa Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Pering (Bapokting) lain yang harganya juga turut melambung tinggi. Diantaranya, daging ayam naik dari Rp.37.000 jadi Rp.38.000 dan Bawang merah Jawa naik dari Rp.60.000 jadi Rp.68.000 per kilogram.

“Adapun Bapokting yang turun harga yakni, bawang putih dari Rp.24.000 menjadi Rp.22.000 per kilogram,” ujarnya.

Selain permintaan pasar yang meningkat, kenaikan harga juga dipengaruhi pasokan yang turun sejak sebulan terakhir.

Petugas Diskumindag Kota Sukabumi terus melakukan pemantauan harga di beberapa pasar tradisional untuk memastikan stok Bapokting tidak mengalami kelangkaan.

“Persediaan di pasaran masih bisa dikatakan mencukupi hanya saja pasokannya menurun,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus
Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:49 WIB

Nyalip Bersamaan di Cibadak, Pengendara Motor Meninggal Dunia Usai Bertabrakan dengan Mikrobus

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Berita Terbaru